Sambut 1 Suro, Warga Lereng Semeru Lumajang Arak Kepala Lembu Dan Gunungan Berkah 
Wiwit Purwanto June 16, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG – Ribuan warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, menggelar tradisi Pendem Sirah Lembu untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026).

Tradisi turun-temurun ini menjadi wujud syukur sekaligus doa bersama agar desa tetap aman, makmur, dan terhindar dari berbagai mara bahaya.

Suasana sakral berpadu semarak budaya mewarnai kawasan lereng Gunung Semeru sejak pagi. Warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti arak-arakan kepala lembu dan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran. Iringan ratusan penari tradisional menambah khidmat sekaligus meriah jalannya prosesi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Masyarakat Sumbermujur meyakini bulan Suro merupakan momentum terbaik untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengenang jasa para leluhur agar kehidupan desa senantiasa diberi keselamatan, kesuburan, serta keberkahan.

Baca juga: Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo 2026: Lautan Manusia Padati Rute 7 Km

Arak-arakan dimulai dari pusat desa menuju kawasan wisata Hutan Bambu Sumbermujur. Kepala lembu bersama gunungan hasil pertanian diusung berkeliling desa sebelum ditempatkan di lokasi ritual untuk didoakan oleh tokoh adat.

Simbol Tolak Bala dan Harapan Kemakmuran

Setelah doa bersama dipanjatkan, prosesi inti dilakukan dengan mengubur kepala lembu di area Hutan Bambu Sumbermujur. Ritual tersebut menjadi simbol pembuangan segala bentuk bala, musibah, dan energi negatif yang dikhawatirkan mengganggu kehidupan masyarakat selama setahun ke depan.

Bagi warga lereng Semeru, tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bagian dari identitas yang diwariskan lintas generasi. Keyakinan terhadap nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan rasa syukur atas hasil bumi menjadi ruh utama pelaksanaan Pendem Sirah Lembu.

Baca juga: Ngumbah Gaman, Ritual Sakral Cuci Keris Warisan Leluhur Yang Masih Hidup di Bangkalan 

Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur jadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, dan debit airnya melimpah, tanahnya subur," ujarnya.

Ribuan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

Usai ritual penguburan kepala lembu selesai, perhatian warga langsung tertuju pada gunungan hasil bumi yang sebelumnya diarak bersama. Dalam hitungan menit, ribuan warga berebut sayuran dan hasil pertanian yang dipercaya membawa berkah setelah didoakan.

Beragam wadah disiapkan warga, mulai kantong plastik, karung, hingga baskom besar untuk membawa pulang hasil bumi tersebut. Mereka meyakini hasil panen yang telah mengikuti prosesi adat akan mendatangkan keberuntungan dan keberkahan bagi keluarga.

Mayoritas hasil bumi yang diperebutkan berupa kangkung, kol, wortel, kentang, dan berbagai komoditas pertanian khas daerah pegunungan.

"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," ucap Arini, warga Desa Sumbermujur.

Tradisi Pendem Sirah Lembu pun kembali menjadi bukti kuatnya pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Bagi masyarakat Sumbermujur, ritual ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga pengikat kebersamaan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.