TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Memasuki periode tahun ajaran baru, aktivitas transaksi logam mulia di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, terpantau mengalami dinamika yang cukup menarik.
Warga berbondong-bondong mendatangi pertokoan emas untuk melakukan penjualan demi memenuhi kebutuhan biaya sekolah anak.
Salah satu titik pusat transaksi yang dipadati warga adalah Toko Emas Damrah yang terletak di kawasan Pasar Raya Kota Padang.
Pengelola Toko Emas Damrah, Ismail, membeberkan rincian pergerakan harga emas batangan maupun perhiasan yang berlaku pada hari ini.
Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Mulai Berburu Seragam Sekolah di Pasar Raya Padang
Menurut keterangan Ismail, harga emas perhiasan untuk takaran khas masyarakat Minangkabau, yakni satu Ameh (setara sekitar 2,5 gram), saat ini dibanderol berkisar di angka Rp6 juta.
Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin membeli dalam satuan gram, harga perhiasan emas dipatok pada kisaran Rp 2.380.000 per gramnya.
"Untuk pilihan lain seperti emas padu atau emas murni batangan, harganya berada di angka Rp2.400.000 per gram," ujar Ismail saat ditemui Selasa (16/6/2026).
Di sisi lain, bagi masyarakat yang ingin menjual kembali koleksi logam mulia mereka, Toko Emas Damrah juga menetapkan tarif buyback resmi.
Baca juga: Warga Bertemu 2 Harimau di Jalan Koto Tabang Agam, Satwa Hanya Diam di Pinggir Jalan
Ismail menjelaskan bahwa harga buyback untuk emas jenis perhiasan ditetapkan sebesar Rp5.800.000 per satu Ameh.
Sedangkan untuk nilai buyback emas jenis padu atau batangan, pihaknya mematok harga di angka Rp2.380.000 per gram.
Lebih lanjut, Ismail menganalisis faktor global dan memprediksi bahwa nilai jual logam mulia berpotensi merangkak naik dalam beberapa hari ke depan.
Faktor utama yang mendasari prediksi tersebut adalah mulai meredanya ketegangan konflik perang yang terjadi di wilayah Timur Tengah.
Baca juga: Profil Eko Sanjaya Satpam RSJ Dr Yaunin Padang Viral, Ternyata Hobi Modifikasi Motor Otodidak
"Selain situasi geopolitik global, pergerakan naik turunnya harga emas dunia memang selalu menjadi patokan utama bagi kami dalam menentukan harga lokal," tambahnya.
Ismail juga menceritakan bahwa ketika nilai tukar rupiah sempat mengalami pelemahan terhadap dolar AS beberapa waktu lalu, grafik harga emas seketika melonjak.
Terkait tren pasar saat ini, Ismail mengakui bahwa aktivitas jual emas oleh masyarakat jauh lebih mendominasi dibandingkan dengan angka pembelian.
"Saat ini dominasi warga yang datang ke toko adalah untuk menjual perhiasan atau emas mereka, dan alasan utamanya rata-rata karena pemenuhan kebutuhan anak sekolah," ungkap Ismail.
Fenomena ini dibenarkan oleh salah seorang warga Kota Padang bernama Anis, yang sengaja datang ke Pasar Raya untuk melepaskan aset perhiasannya.
Anis mengaku sengaja menjual perhiasannya demi mempersiapkan segala keperluan dan perlengkapan sekolah anaknya karena tahun ajaran baru sudah di depan mata.
"Saya menjual perhiasan ini untuk keperluan anak sekolah nanti, karena sebentar lagi sudah mau masuk tahun ajaran baru," kata Anis.
Baca juga: Tak Sekadar Tempat Belanja, Revitalisasi Siapkan Pasar Raya Padang Jadi Destinasi Wisata
Bagi Anis, menyimpan emas sejak jauh hari memang diniatkan sebagai instrumen tabungan darurat yang sengaja dipersiapkan untuk momen-momen krusial seperti ini.
Dengan mencairkan emas batangan atau perhiasan tersebut, ia mengaku merasa jauh lebih tenang dan tidak perlu pusing lagi memikirkan anggaran pendidikan.
"Jadi kalau emas ini dijual, kita tidak pusing lagi memikirkan biayanya. Memang dari awal sengaja menabung emas untuk keperluan mendesak seperti ini," tuturnya.
Kondisi serupa ternyata juga dirasakan oleh warga lainnya, Ranti yang kedapatan tengah mengantre untuk menjual emas miliknya.
Ia mengaku terpaksa mencairkan investasi emasnya karena biaya masuk sekolah tingkat SMA pada tahun ini dinilai cukup menguras kantong.
"Anak saya yang pertama mau masuk SMA, jadi seragam, buku, dan uang komite semua menumpuk di bulan ini. Untung ada simpanan emas segram-dua gram yang bisa dijual cepat," jelasnya.
Baca juga: DPRD Padang Kawal Revitalisasi Pasar Raya, Minta Terminal Angkot Jadi Prioritas Utama
Ia menambahkan, meski menyayangkan harus kehilangan aset investasinya saat ini, kebutuhan pendidikan anak tetap menjadi prioritas utama keluarganya.
"Aset bisa dicari lagi nanti kalau ada rezeki, yang penting anak bisa tenang sekolah dan semua administrasinya beres tanpa harus berutang ke mana-mana," pungkasnya.
Sebagai informasi pembanding bagi masyarakat, pergerakan harga emas batangan di gerai retail nasional seperti Pegadaian hari ini terpantau bergerak stabil.
Berdasarkan data terbaru cetakan Antam di Pegadaian, ukuran terkecil 0,5 gram dipatok seharga Rp1.472.000, sedangkan untuk ukuran master 1 gram bertengger kokoh di angka Rp2.839.000.
Bagi warga yang mencari opsi alternatif merek lain di Pegadaian, emas cetakan UBS ukuran 1 gram hari ini dibanderol sebesar Rp2.737.000, sementara cetakan Galeri 24 dijual dengan harga Rp2.718.000 per gram.(*)