TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dinamika geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus menjadi motor utama yang menggerakkan harga logam mulia di tingkat daerah.
Di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, pergerakan harga emas domestik saat ini sangat bergantung pada sentimen pasar internasional, selain faktor musiman dari permintaan masyarakat setempat.
Kondisi tersebut tecermin dari pergerakan harga yang terjadi di sejumlah pertokoan emas di pusat pasar tradisional terbesar di Kota Padang tersebut.
Para pedagang mengakui bahwa ketidakpastian global dalam beberapa waktu terakhir telah membuat grafik harga emas bergerak cukup dinamis dan sulit diprediksi secara instan.
Baca juga: Harga Emas di Padang Sentuh Rp6 Juta per Ameh, Tren Penjualan Meningkat Jelang Ajaran Baru Sekolah
Ismail, salah satu pengelola Toko Emas Damrah di Pasar Raya Kota Padang, mengonfirmasi bahwa harga emas perhiasan per hari ini berada di kisaran Rp6 juta per satu ameh (satuan berat emas khas Minangkabau yang setara dengan sekitar 2,5 gram).
Sementara itu, untuk harga emas perhiasan dalam satuan gram, dipatok pada kisaran Rp2.380.000.
Adapun untuk jenis emas padu atau emas batangan murni, harganya terpantau berada di angka Rp2.400.000 per gram.
Di sisi lain, nilai pembelian kembali atau buyback untuk emas perhiasan ditetapkan sebesar Rp5.800.000 per ameh, sedangkan buyback untuk emas padu menyentuh angka Rp2.380.000 per gram.
Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Mulai Berburu Seragam Sekolah di Pasar Raya Padang
Menurut Ismail, fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
“Ketika mata uang garuda terkoreksi, harga lini komoditas lindung nilai (safe haven) seperti emas di pasar domestik justru cenderung mengalami lonjakan seketika,”katanya saat ditemui Selasa (16/6/2026).
Kendati sempat melonjak akibat faktor kurs, Ismail memprediksi grafik harga emas berpotensi kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan.
Kali ini, pemicunya adalah faktor eksternal lain, yaitu indikasi meredanya tensi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Video Satpam Viral Ditonton Jutaan Kali, Direktur RSJ Yaunin Padang Jelaskan Strategi Edukasi
Secara teoretis, meredanya konflik geopolitik biasanya akan meredam kepanikan pasar global. Namun, dalam konteks harga emas dunia, penyesuaian stabilitas di kawasan konflik sering kali diikuti oleh konsolidasi harga baru di pasar komoditas global, yang kemudian menjadi acuan utama bagi para pedagang di daerah.
Ismail menambahkan bahwa pergerakan harga emas di tingkat lokal seperti di Kota Padang bagaimanapun tetap berkiblat pada pergerakan harga emas dunia.
Ketika harga di bursa internasional bergerak secara simultan, maka pedagang di daerah akan langsung menyesuaikan harga jual dan harga beli pada hari yang sama.
Selain dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan lanskap politik internasional, pasar emas di Padang saat ini juga tengah menghadapi siklus dinamika sosial ekonomi lokal.
Baca juga: Telkomsel Hadirkan Nonton Bareng Bola Gembira MAXStream TV, Serentak 4 Kota
Uniknya, di tengah bayang-bayang kenaikan harga tersebut, volume transaksi justru didominasi oleh aksi jual oleh masyarakat.
Dominasi warga yang menjual simpanan emasnya ini didorong oleh faktor musiman, yakni persiapan memasuki tahun ajaran baru sekolah.
Banyak keluarga yang memilih mencairkan aset investasi mereka demi memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak-anak mereka yang melonjak signifikan.
Fenomena ini diakui oleh Anis, salah seorang warga Kota Padang yang kedapatan tengah melakukan transaksi di Pasar Raya.
Baca juga: Tak Sekadar Tempat Belanja, Revitalisasi Siapkan Pasar Raya Padang Jadi Destinasi Wisata
Ia sengaja menjual perhiasan emas yang dimilikinya jauh-jauh hari agar memiliki kesiapan dana tunai yang cukup menjelang pergantian kalender akademik sekolah.
Bagi Anis, emas memang berfungsi sebagai instrumen tabungan darurat yang paling efektif dan likuid bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Dengan mencairkan perhiasan tersebut saat ini, ia mengaku tidak perlu lagi merasa cemas memikirkan pembiayaan seragam, buku, dan uang pangkal sekolah yang harus dibayarkan dalam waktu dekat.(*)