Perang 40 Hari: Satelit Israel Jepret Iran Lebih 50.000 Kali, Jatuhkan 18.000 Bom di 4.000 Target
Ansari Hasyim June 16, 2026 08:23 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Israel mengklaim telah memotret wilayah Iran lebih dari 50.000 kali menggunakan satelit selama Operasi Singa Mengaum yang berlangsung sekitar 40 hari.

Data yang dilaporkan The Jerusalem Post itu menunjukkan bahwa satelit Israel mengambil rata-rata lebih dari 1.000 gambar setiap hari terhadap wilayah Republik Islam Iran sepanjang perang berlangsung.

Jumlah tersebut jauh melampaui sekitar 12.000 citra satelit yang diambil Israel selama perang Iran pada Juni 2025, menurut data Kementerian Pertahanan Israel.

Baca juga: 11 Tokoh Puncak Iran Tewas dalam Perang dengan Israel-AS, Khamenei hingga Panglima Militer

Bahkan, 12.000 foto yang diambil pada konflik tahun lalu disebut telah mencakup puluhan juta kilometer persegi wilayah Iran, baik pada siang maupun malam hari.

Dengan meningkatnya jumlah citra menjadi lebih dari 50.000, cakupan pengawasan Israel terhadap Iran selama perang terbaru disebut mencapai ratusan juta kilometer persegi.

18.000 Bom Dijatuhkan
Selain data pengintaian satelit, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 9 April juga mengungkap statistik lain terkait operasi militer tersebut.

Selama perang, Israel mengaku menjatuhkan sekitar 18.000 bom ke berbagai sasaran di Iran.

Jumlah itu hampir lima kali lebih besar dibandingkan serangan selama perang 12 hari pada Juni 2025.

Serangan tersebut dilakukan melalui sekitar 1.000 gelombang penerbangan tempur yang menghasilkan 8.500 sorti terpisah.

Dari seluruh misi itu, tercatat sekitar 10.800 serangan yang menyasar 4.000 target berbeda, dengan total sekitar 6.700 komponen sasaran.

Menurut penjelasan IDF, satu target dapat berupa sebuah pangkalan militer yang memiliki beberapa bangunan atau fasilitas penting yang diserang secara terpisah.

Serangan Memuncak di Awal Perang
Israel menyebut intensitas pengeboman mencapai puncaknya pada fase awal perang sebelum mulai menurun secara bertahap sejak pertengahan Maret.

Pada hari-hari pertama konflik, Israel bersama Amerika Serikat disebut mampu menjatuhkan hingga 1.000 bom atau menyerang sekitar 1.000 target dalam satu hari.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) pada 6 April mengklaim telah menyerang lebih dari 13.000 target di Iran.

Meski demikian, jumlah target yang dilaporkan Israel dan Amerika Serikat tidak dapat dibandingkan secara langsung karena perbedaan metode penghitungan dan klasifikasi sasaran.

Selama konflik berlangsung, kedua negara juga disebut membagi wilayah operasi.

Israel lebih banyak melakukan serangan di wilayah barat, utara, dan tengah Iran, termasuk ibu kota Teheran, sedangkan Amerika Serikat berfokus pada Iran bagian selatan serta kawasan jalur perairan strategis. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.