Penjualan Pempek Iin Sutiyani di Final Pro Futsal League 2026 di Yogyakarta Meningkat Berkali Lipat
dodi hasanuddin June 16, 2026 09:31 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Gelaran Final Pro Futsal League (PFL) 2026 menjadi semakin bermakna dengan hadirnya ruang bagi pengusaha ultra mikro untuk ikut memasarkan produknya terhadap 5400 penonton di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (14/6/2026).

Sebagai bagian dari dukungannya menjadi sponsor utama PFL 2025/2026, PNM turut menghadirkan nasabah prasejahtera binaannya untuk memasarkan produk secara langsung kepada para pengunjung.

Salah satunya adalah seorang nasabah PNM Mekaar yang menjual pempek yakni Iin Sutiyani yang makanan khas yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan sumber penghidupan keluarganya selama hampir dua dekade.

Baca juga: Potret Sekolah Rakyat yang Putus Rantai Kemiskinan di Bogor, Fasilitas Asrama hingga Lapangan Futsal

Dengan cara sederhana ini, PNM ingin menunjukkan bahwa panggung olahraga juga bisa menjadi ruang tumbuh bagi usaha kecil yang berpengaruh besar untuk roda perekonomian masyarakat akar rumput.

Di satu sisi, talenta muda Indonesia bertanding mengejar prestasi, di sisi lain, pengusaha ultra mikro ikut merasakan denyut ekonomi dari ramainya Final PFL 2026.

Bagi Iin, usaha pempek bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan penopang utama ekonomi keluarga.

Selama 18 tahun, ia mempertahankan resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun sambil terus berjualan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk akibat sakit yang dideritanya, usaha pempek menjadi tumpuan utama keluarga. Di tengah situasi yang tidak mudah, ia memilih untuk terus berjuang dan tidak menyerah demi masa depan anak-anaknya.

Baca juga: Guru Besar UI Bongkar Rahasia Penting agar UMKM Selamat dari Kebangkrutan Era Digital

Kesempatan berjualan di Final Pro Futsal League (PFL) 2026 menjadi pengalaman yang tidak terlupakan baginya.

Dalam sehari, penjualan pempeknya meningkat berkali lipat dibandingkan hari-hari biasa, memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarga. 

Dengan wajah penuh syukur, ia mengaku tidak menyangka dagangannya mendapat sambutan yang begitu baik dari para pengunjung.

“Alhamdulillah, biasanya saya jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tapi di sini hasilnya jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. Saya senang dan bersyukur sekali diberi kesempatan ikut berjualan. Uang yang saya dapat tentu akan saya gunakan untuk kebutuhan keluarga dan pengobatan suami. Semoga usaha saya bisa terus berjalan dan semakin baik ke depannya,” tuturnya.

“Saya senang sekali dan bangga bisa ikut berjualan di acara sebesar ini. Selama ini saya hanya berjualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, berkat kesempatan ini dagangan saya bisa dikenal lebih banyak orang. Semoga usaha saya terus berkembang agar bisa terus membantu keluarga,” ujarnya.

Direktur Utama PNM, Kindaris mengungkapkan di balik setiap usaha kecil, ada perjuangan besar yang patut kita hormati.

Melalui berbagai kesempatan yang dihadirkan PNM, kami berharap para perempuan prasejahtera dapat memiliki ruang untuk terus bergerak, menjaga harapan, dan memperkuat ekonomi keluarganya.

Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa ketekunan, sekecil apa pun langkahnya, dapat membawa perubahan yang berarti bagi kehidupannya dan juga ekonomi akar rumput Indonesia,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.