Motoran ke Siak, Plt Sekdako Pekanbaru Terpikat Wisata, Budaya, Kuliner Hingga Durian
M Iqbal June 16, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kabupaten Siak kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi yang kaya destinasi wisata, budaya, kuliner, hingga durian lokal.

Hal itu dirasakan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru,  Ingot Ahmad Hutasuhut, saat mengikuti agenda Touring to Siak bersama Gelak-Gelak Saja (GGS) Club pada libur 1 Muharam 1448 H, Selasa (16/6/2026).

Setelah seharian berkeliling kota Siak, Ingot mengaku memperoleh perspektif baru dibanding kunjungan-kunjungannya sebelumnya ke Siak. Selama ini, ia kerap melintas menuju Selatpanjang maupun Bengkalis, namun perjalanan dengan motor membuatnya dapat menikmati Siak secara lebih dekat.

“Selama ini saya sering lewat dan singgah di Siak saat perjalanan ke Selatpanjang atau Bengkalis. Baru kali ini naik motor. Dengan motor kita bisa melihat Siak lebih detail dan lebih dekat,” ujar Ingot kepada Tribunpekanbaru.com di sela kunjungannya di kebun durian kampung Agam, Mempura. 

Perjalanan tersebut membawa rombongan menyusuri sejumlah destinasi. Mulai dari kawasan bersejarah, pusat kuliner, hingga kebun durian di Kampung Agam, Kecamatan Mempura. Bagi Ingot, pengalaman itu menghadirkan pandangan baru tentang kekayaan yang dimiliki Negeri Istana.

Ia mengaku terkesan dengan kuatnya identitas budaya Melayu yang masih terjaga di Siak. Menurutnya, warisan sejarah dan tradisi Melayu merupakan modal penting untuk membangun generasi masa depan.

“Saya mendapat gambaran baru. Ternyata masyarakat Melayu sangat kaya budaya dan warisan sejarah. Ini harus kita jaga sebagai bekal untuk masa depan,” katanya.

Tak hanya budaya dan sejarah, kuliner Siak juga meninggalkan kesan mendalam bagi Ingot. Bersama rombongan, ia menikmati berbagai hidangan khas dengan cita rasa lokal.

Beberapa menu yang dicicipinya antara lain ikan juaro, sambal pedas tapah, udang gembok kelapa, hingga rebung. Bahkan, ia mengaku memiliki kesan berbeda setelah mencicipi ikan juaro khas Siak.

“Dulu juaro di Pekanbaru kesannya biasa saja. Tapi setelah makan juaro Siak, ternyata rasanya enak sekali,” ungkapnya.

Menurut Ingot, kekayaan kuliner tradisional tersebut bukan hanya masalah rasa, tetapi juga melestarikan nilai-nilai dan kearifan lokal. Ia menilai itu legacy dari generasi ke generasi.

Perjalanan touring juga belum lengkap tanpa mencicipi durian lokal. Rombongan menyempatkan diri singgah ke kebun durian di Kampung Agam untuk menikmati durian asli Siak yang terkenal memiliki cita rasa khas.

Momen menikmati durian langsung dari kebunnya menjadi pengalaman yang semakin melengkapi perjalanan menjelajahi Siak dari dekat. Bagi para pecinta durian, pengalaman menikmati buah segar di sentra produksi tentu menghadirkan sensasi yang berbeda.

Dalam kesempatan itu, Ingot juga mengajak masyarakat Pekanbaru untuk menjadikan Siak sebagai destinasi wisata alternatif. Selama ini, banyak komunitas motor lebih sering melakukan touring ke Sumatera Barat. Padahal, Siak menawarkan perpaduan wisata sejarah, budaya Melayu, kuliner khas, serta durian lokal yang tidak kalah menarik.

“Orang Pekanbaru perlu berwisata ke Siak. Selain mendapatkan ketenangan dan pengalaman baru, kunjungan wisata juga akan menggerakkan perekonomian masyarakat dan UMKM di Siak,” ujarnya.

Ia menilai hubungan Pekanbaru dan Siak harus semakin erat melalui semangat kolaborasi antardaerah. Kunjungan wisata tidak hanya memberikan manfaat bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut Ingot, promosi pariwisata Siak juga perlu terus diperkuat. Ia menilai sejumlah destinasi memiliki daya tarik besar, namun belum ramai dikunjungi wisatawan.

“Saya lihat ada tempat seperti skywalk yang sangat menarik, tetapi masih sepi padahal hari libur. Mungkin promosi wisata perlu diperkuat lagi,” katanya.

Ada pula masukan dari GGS Club agar komunitas motor yang melakukan touring ke Siak mendapat insentif berupa potongan harga tiket masuk pada hari-hari tertentu. Usulan tersebut dinilai dapat menjadi strategi menarik untuk mendatangkan wisatawan sekaligus memperkenalkan Siak lebih luas.

“Kalau ada program diskon untuk komunitas motor, itu bisa menjadi daya tarik. Sekaligus promosi karena Siak sangat layak dikunjungi saat akhir pekan maupun hari libur,” ujarnya.

Selain promosi, Ingot berharap akses jalan antara Pekanbaru dan Siak semakin baik sehingga perjalanan wisata menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman. Infrastruktur yang memadai diyakini akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Negeri Istana.

Dalam agenda Touring to Siak tersebut, sedikitnya 15 sepeda motor berkapasitas 250 cc menjejak berbagai destinasi di Siak. Rombongan mengunjungi situs bersejarah, berburu kuliner khas Melayu, hingga menikmati durian asli Siak di Kampung Agam, Kecamatan Mempura.

“Kami akan datang kembali, insyaallah direncanakan dapat menginap, karena sehari tidak cukup rasanya,” ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.