TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI – Menjelang penutupan pendaftaran online Penerimaan Murid Baru (PMB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026, para calon wali murid di Kota Dumai terus memantau perkembangan peringkat anak mereka melalui situs PMB Riau.
Salah seorang wali murid asal Dumai, Kuswoyo mengaku, setiap hari memantau posisi anaknya melalui laman PMB Riau sejak hari pertama pendaftaran hingga saat ini Selasa (16/6/2026).
Kuswoyo menambahkan, anaknya mendaftar di SMKN 2 Dumai melalui jalur Kelompok Reguler berdasarkan rata-rata nilai rapor dengan pilihan jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).
"Saya setiap hari melihat perkembangan ranking anak di situs PMB. Dari awal pendaftaran sampai sekarang terus dipantau," katanya, Selasa
Dirinya mengaku, anaknya berada di peringkat enam dari kuota yang tersedia sebanyak 13 orang pada jalur Kelompok Reguler berdasarkan rata-rata nilai rapor.
Dijelaskanya, meski masih berada dalam batas kuota penerimaan, Ia tetap waspada terhadap perubahan peringkat yang bisa terjadi sewaktu-waktu menjelang penutupan pendaftaran.
"Kalau nanti sudah tidak masuk 13 besar, kemungkinan kami akan mempertimbangkan pindah ke jalur lain yang peluang kuotanya masih bisa didapat. Mudah-mudahan sampai penutupan pendaftaran posisi anak saya bisa masuk 10 besar," sebutnya.
Menurutnya, pemantauan secara berkala sangat penting dilakukan agar tidak terlambat mengambil langkah apabila terjadi perubahan posisi yang signifikan.
Hal serupa juga dilakukan oleh calon wali murid lainnya, Anto warga Dumai tersebut mengaku hingga saat ini anaknya masih berada dalam 10 besar pada jalur penerimaan berdasarkan rata-rata nilai rapor di SMA Negeri 1 Dumai.
Anto mengaku masih merasa waswas karena posisi peringkat anaknya dapat berubah sewaktu-waktu seiring bertambahnya jumlah pendaftar.
Dirinya berharap peringkat anaknya tetap bertahan hingga masa pendaftaran berakhir pada 19 Juni mendatang, sehingga peluang diterima di sekolah dan jurusan yang diinginkan semakin besar.
"Setiap hari saya cek. Takutnya ranking turun dan keluar dari 10 besar sehingga tidak lolos pada jalur yang dipilih. Karena itu pemantauan harus dilakukan terus," pungkasnya
Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra