TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) tahun 2026 menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memperkuat nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut mengemuka dalam Sannipata Waisak 2570 BE yang berlangsung meriah di Ballroom Hotel Furaya Pekanbaru, Selasa (16/6/2026).
Ribuan umat Buddha memadati lokasi kegiatan yang menjadi puncak rangkaian perayaan Waisak di Pekanbaru. Acara semakin semarak dengan pementasan teater eksklusif yang mengangkat kisah Perjalanan Pangeran Sidharta sebelum mencapai pencerahan dan menjadi Buddha.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs Supriyadi M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Muliardi M.Pd, serta Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto S.Ag MM.
Turut hadir Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Riau, Mariyana, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Riau, Kurniadi, para tokoh agama Buddha, serta ketua dan perwakilan organisasi masyarakat Tionghoa di Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, mengajak umat Buddha untuk tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
"Waisak mengingatkan kita pada nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan perdamaian. Umat Buddha juga harus mampu mengendalikan diri serta memiliki kepedulian untuk berbagi dengan sesama manusia dan alam," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi, memberikan apresiasi atas semangat dan kekompakan umat Buddha dalam menyukseskan seluruh rangkaian perayaan Waisak tahun ini. Ia secara khusus menilai pementasan teater Perjalanan Pangeran Sidharta menjadi salah satu daya tarik yang sarat makna.
"Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pementasan tersebut. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan nilai-nilai luhur kepada masyarakat," imbuhnya.
Pesan Waisak juga disampaikan oleh Y.M. Bhikkhu Khemacaro Mahathera dari Sangha Agung Indonesia. Ia mengajak umat Buddha untuk turut berperan menjaga perdamaian dunia sesuai dengan tema Waisak tahun ini.
Ketua Panitia Waisak Bersama, Aniruddha Tan, didampingi Sekretaris Yayasan Cetiya Tri Ratna Buddhist Centre, Sidharta, menyebutkan lebih dari 2.300 umat Buddha hadir dalam Sannipata Waisak 2570 BE. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur atas suksesnya seluruh rangkaian perayaan Waisak yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Sebelum puncak perayaan digelar, umat Buddha di Pekanbaru telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, mulai dari karya bhakti di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, penyaluran eco enzyme ke anak Sungai Siak, Dharmayatra ke Candi Muara Takus, pawai Waisak yang diikuti sekitar 3.000 peserta, pemberian bantuan kepada guru agama Buddha, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)