TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PENGARAIAN - SMAN 1 Rambah, Rohul tidak langsung percaya saja dengan prestasi calon murid baru. Terlebih itu prestasi non akademik.
Jalur prestasi memang menjadi salah satu jalur dalam Sistem Penerimaan Murid Baru. Prestasi ini dibagi dalam dua kategori yakni akademik dan non akademik. Non akademik ini juga bisa berbagai jenis salah satunya kemampuan Hafalan Al-Qur'an atau pretasi tahfidz.
Biasanya, peserta akan melampirkan surat keterangan apakah dari pesantren, bahwa si calon murid bisa menghafal Al-Qur'an sekian juz.
Bila ada calon murid baru yang masuk lewat jalur prestasi dengan pretasi tahfidz, maka pihak sekolah langsung mengadakan tes saat itu.
"Kita langsung tes apa benar dia bisa sekian juz. Langsung. Kalau hanya sertifikat saja, kita ngak bisa juga langsung percaya kan," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Rambah, Kisman pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (16/6/2027).
Ia mengatakan melakukan tes langsung tersebut masih dalam koridor aturan penerimaan murid baru. Pihaknya tidak ada menambah aturan baru.
"Tes langsung itu kan masih masuk koridor. Kita tetap menerima siswa baru sesuai dengan petunjuk teknis," ujarnya.
Dikatakannya, sejauh ini jalur prestasi yang paling banyak pendaftar. Sedangkan pada jalur pindahan, tidak terlalu banyak.
Sekolah ini termasuk favorit di Pasir Pengaraian. Ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar pada Senin (15/6/2026). Saat itu, pendaftar sudah 400 lebih.
"Kalau pendaftar dah lumayan banyak. Ada 400 lebih. Padahal kuota kita hanya 324," katanya.
SMKN 1 Rambah, Rohul, membuat kebijakan tersendiri dalam merekrut murid baru tahun ini. Pihak panitia menggelar tes wawancara dan cek fisik.
"Selain dalam Juknis SPMB, kita juga buat kebijakan tersendiri yakni tes wawancara dan cek fisik," kata Kepsek SMKN 1 Rambah Idris Lika melalui Ketua SPMB, Qurniadi pada Tribunpekanbaru.com, Senin (15/6/2026).
Dikatakannya, tes wawancara untuk mengetahui kepribadian calon murid baru. Panitia memperdalam soal minta dan bakat.
"Selain soal kepribadian, tujuan wawancara juga untuk antisipasi kalau tidak masuk ke jurusan yang diminati. Kita tawarin jurusan yang lain," katanya.
Untuk wawancara ini, ia mengatakan tidak berpengaruh pada kelulusan calon murid baru.
Sedangkan tes fisik, panitia akan melihat tindik dan tato. Tindik akan dilihat pada calon murid pria. Sedangkan tato untuk putra dan putri.
Nah, tes fisik ini berpengaruh pada kelulusan sang calon murid. Bila memiliki tato permanen, dipastikan tidak akan lulus.
"Kalau tato bukan permanen, ngak apa-apa. Kalau punya tindik, juga pasti ngak lulus," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)