Pertalite Sulit Didapatkan, Warga Muba Pilih Beli Eceran daripada Antre Berjam-jam
Kharisma Tri Saputra June 16, 2026 11:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU -- Sejumlah masyarakat di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengeluhkan kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite di tingkat pengecer.

Harga yang sebelumnya berkisar Rp12 ribu per liter kini naik menjadi Rp13 ribu per liter akibat sulitnya masyarakat mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU.

Yuliani, seorang ibu rumah tangga, mengaku memilih membeli Pertalite eceran karena antrean di SPBU bisa mencapai sekitar 30 menit, terlebih saat dirinya membawa anak-anak.

"Kalau mengantre di SPBU bisa sampai 30 menit. Kasihan kalau membawa anak-anak, jadi terpaksa membeli Pertalite eceran meskipun harganya lebih mahal. Biasanya cuma Rp36 ribu, kini isi 3 liter bisa mencapai Rp39 ribu," ungkap Yuliani kepada Sripoku.com, Selasa (16/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan Ruzi Iskandar, seorang pengemudi mobil warga Sekayu. Ia terpaksa membeli Pertalite eceran dari penjual yang sudah dipercaya karena sulitnya memperoleh BBM tersebut di SPBU.

"Karena Pertalite susah didapatkan, saya terpaksa membeli eceran di tempat yang sudah saya percaya agar kendaraan tetap bisa digunakan untuk bekerja," ungkapnya.

Menurutnya, untuk mengisi Pertalite di SPBU, antrean bisa mencapai lebih dari satu jam sehingga banyak waktu terbuang hanya untuk mendapatkan sekitar 20 liter BBM. Karena itu, ia memilih membeli Pertalite eceran.

"Kami berharap ketersediaan Pertalite di SPBU kembali normal sehingga kami tidak lagi bergantung pada BBM eceran yang harganya lebih mahal dan menambah pengeluaran sehari-hari. Kalau bisa harga Pertamax kembali normal seperti semula agar antrean tidak terlalu panjang," harapnya. (dho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.