Jawa Timur Perkuat Pendidikan Vokasi Digital, Gandeng HGI Research Centre di Shanghai
Wiwit Purwanto June 16, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – HGI Research Centre menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan talenta digital untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era kecerdasan buatan dan industri global.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Shanghai, Tiongkok, yang menjadi langkah awal pembangunan mekanisme komunikasi berkelanjutan antara kedua pihak.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat integrasi pendidikan dan industri, pengembangan vokasi, serta pertukaran pengetahuan lintas negara.

Di tengah derasnya transformasi digital global, kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan bagi dunia pendidikan di Jawa Timur untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri masa depan.

Tidak hanya sekadar pembelajaran teori, tetapi juga penguatan keterampilan praktis yang selaras dengan standar kerja internasional.

Baca juga: Sabet 2 Penghargaan Nasional, Dindik Jatim Tancap Gas Perkuat Sertifikasi Vokasi 

Integrasi Pendidikan Vokasi dan Industri Global

Wang Chen, Wakil Presiden HGI Research Centre, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih dekat dengan dunia industri.

Menurutnya, pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga memahami cara kerja industri secara langsung.

"Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia," jelas Wang Chen, Selasa (16/6/2026).

Kerja sama ini juga mencakup pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, hingga penguatan kemitraan antara sekolah dan dunia usaha.

Selain itu, peluang kolaborasi internasional serta program pertukaran pelajar dan institusi turut menjadi bagian dari agenda besar tersebut.

Delegasi Dinas Pendidikan Jatim yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, juga mengikuti rangkaian diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengetahuan bersama sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai.

Model “Chinese + Class Skill” dan Arah Pendidikan Baru

Salah satu konsep yang menjadi sorotan dalam kerja sama ini adalah model “Chinese + Class Skill”, yaitu pendekatan pembelajaran yang menggabungkan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan industri.

Baca juga: Kurikulum AI Mulai Diterapkan Sejak Dini, Kampus dan Dindik Jatim Siapkan Generasi Digital

Model ini dirancang agar siswa tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi lintas budaya yang relevan dengan kebutuhan industri global, khususnya di sektor ekonomi digital dan industri kreatif.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa akan dipadukan dengan praktik langsung seperti desain gim, produksi konten digital, media kreatif, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran.

Selama kunjungan, delegasi Jatim juga meninjau sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai, di antaranya Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.

Mereka melihat langsung bagaimana integrasi pendidikan dan industri diterapkan, mulai dari animasi, produksi gim, media digital, hingga pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran dan pelestarian budaya.

Wang Zhenfei, Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District, Shanghai, turut menjelaskan bahwa wilayahnya telah menjadi salah satu pionir pendidikan berbasis AI di Tiongkok dengan lebih dari 100.000 siswa dan 12.000 tenaga pendidik.

Sejak 2020, Putuo telah mengimplementasikan pendidikan kecerdasan buatan dan menjadi salah satu kawasan percontohan pendidikan AI di Shanghai, sekaligus memperkuat sistem vokasi modern yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Melalui kolaborasi ini, Disdik Jatim dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan global, pengalaman industri nyata, serta wawasan internasional.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak talenta digital Jawa Timur yang mampu bersaing dan berkontribusi di era ekonomi berbasis teknologi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.