NASIB Budiman Saat Diskusi dengan Mahasiswa di Tengah Tekanan Demo: Dicap Munafik hingga Penghianat
Tommy Simatupang June 17, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Budiman Sudjatmiko tak habis-habisnya menjadi sorotan mahasiswa. Budiman mulai bergereliya menggelar diskusi bersama mahasiswa di tengah arus demonstrasi mendapatkan stigma buruk dari mahasiswa. 

Budiman Sudjatmiko mendapatkan kritik pedas dari Universitas Dipenogoro dan kini juga dicap penghianat oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Di Semarang Budiman Sudjatmiko beradu argumen dengan mahasiswa Undip. 

Dalam video yang beredar Budiman tampak sangat marah dan mengusir mahasiswa yang berlatar organisasi HMI. 

Budiman dianggap munafi oleh mahasiswa Undip. 

Perdebatan bermula ketika seorang mahasiswa mempertanyakan komitmen serta rekam jejak Budiman Sudjatmiko sebagai mantan aktivis yang kini menjadi pejabat pemerintah.

"Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini," kata mahasiswa tersebut dalam forum.

BUDIMAN VS MAHASISWA - Debat panas Ketua HMI Komisariat FISIP Undip, Muhammad Rafli Susanto (kanan) dengan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI, Budiman Sudjatmiko saat menyampaikan argumennya dalam dialog bertajuk “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” di Semarang, Jumat (12/6/2026) (IST)

Mahasiswa itu juga mempertanyakan objektivitas Budiman dalam menilai berbagai program pemerintah setelah menduduki jabatan di pemerintahan.

Namun saat Budiman hendak memberikan tanggapan, mahasiswa tersebut menolak untuk mendengarkannya. Ia kemudian meninggalkan forum dan meminta Budiman berdiskusi secara langsung di luar ruangan.

Budiman mengaku keberatan dengan sikap tersebut karena menilai mahasiswa itu tidak menghormati jalannya forum diskusi yang masih berlangsung.

"Menurut saya diskusi yang ingin diajukan bukan lagi mengenai substansi topik. Saya meminta dia untuk tetap tinggal di forum. Tetapi karena hak saya untuk merespons pertanyaannya di depan forum tidak ditanggapi, maka saya menegur keras," ujar Budiman.

Menurut dia, mahasiswa tersebut justru meminta dirinya keluar dari forum untuk berdiskusi berdua di luar ruangan.

"Itu yang membuat saya keberatan. Karena dia tidak menghargai forum, sementara saya masih harus melanjutkan diskusi dengan mahasiswa dari HMI Semarang, PMKRI Semarang, dan peserta lainnya," jelasnya.

Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari publik.

Budiman menyayangkan insiden tersebut karena menurutnya materi diskusi yang membahas berbagai persoalan strategis bangsa menjadi kurang mendapat perhatian.

Ia menegaskan bahwa kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan melalui argumentasi yang terbuka dan menghormati forum.

"Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar," tegas Budiman Sudjatmiko.

Dicap Penghianat Oleh Mahasiswa UGM

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko buka suara usai dituduh sebagai pengkhianat reformasi oleh para mahasiswa. 

Tuduhan ini dilayangkan mahasiswa dalam berbagai diskusi terbuka di sejumlah universitas salah satunya yang menjadi sorotan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (15/6/2026). 

Diskusi antara pemerintah dan mahasiswa di UGM pada Senin kemarin menimbulkan kericuhan lantaran mahasiswa meringsek masuk ke atas panggung pembicara yang diisi ole pihak pemerintah salah satunya yakni Budiman Sudjatmiko. 

Di atas panggung tersebut, mahasiswa pun menyebut Budiman sebagai pengkhianat reformasi. 

Namun belum sempat menjawab tuduhan tersebut, situasi mulai tidak terkendali sehingga sejumlah pembicara harus diamankan Kepolisian. 

Budiman pun buka suara terkait tuduhan tersebut. 

Mantan aktivis 1998 itu menolak disebut sebagai pengkhianat reformasi. 

Sebab kata Budiman, sedari dirinya menjadi anggota DPR RI di era pascareformasi hingga kini menjadi seorang Kepala Badan masuk melalui pemerintahan yang digelar secara demokratis. 

Budiman pun mempertanyakan tuduhan pengkhianat reformasi yang dimaksud. 

Sebab Budiman menyebut pemerintahan Prabowo Subianto adalah pemerintahan yang demokratis karena memenangkan Pemilu 2024 secara demokratis. 

Terkecuali kata Budiman dirinya masuk ke pemerintahan yang didapat hasil kudeta maka mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu tidak masalah disebut sebagai pengkhianat demokrasi. 

"Saya bukan bergabung pada pemerintahan diktatorial. Saya juga tidak bergabung dengan pemerintahan hasil kudeta tapi hasil pemilu," 

Pemilu dan demokrasi yang dimenangkan Prabowo Subianto itu kata Budiman merupakan hasil reformasi. 

"Jadi dimana pengkhianatannya?" tanya Budiman dalam program Kompas Tv, Selasa (16/6/2026). 

Mantan Politisi PDIP itu juga tidak merasa berubah sedari menjadi aktivis ataupun pejabat. 

Toh kata Budiman, dirinya tetap tidak melakukan gaya hidup mewah dan tetap memperjuangkan pengentasan kemiskinan.

Budiman pun menyayangkan diskusi di Kampus UGM yang berakhir ricuh. 

Padahal kata Budiman apabila hal itu tidak terjadi, dirinya bisa menjelaskan pertanyaan yang tidak sempat terjawab. 

Diketahui Budiman Sudjatmiko merupakan mantan aktivis 1998.  

Dia juga pernah dijebloskan ke penjara karena dituduh menjadi dalang kerusuhan 27 Juli 1996. 

Pada masa itu, Budiman adalah seorang aktivis sekaligus pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD).  

Budiman dan PRD ketika itu memilih bergabung dengan massa Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kubu Megawati Soekarnoputri. 

Usai aksi 27 Juli atau dikenal Kuda Tuli, Budiman ditangkap. 

Budiman akhirnya menjalani persidangan dan divonis 13 tahun penjara pada 1997. 

Namun Budiman hanya menjalani hukuman selama lebih kurang 3,5 tahun setelah diberi amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada Desember 1999. 

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.