TRIBUNNEWS.COM – Papua Athletics Center (PAC) membawa pulang empat medali dari The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026 di Filipina. Atlet muda asal Merauke, Kresensia Mobok Ndiken, menjadi sorotan setelah memecahkan Rekor Nasional (Rekornas) U-20 lempar lembing putri yang bertahan selama 17 tahun.
Kejuaraan berlangsung di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, pada 10–14 Juni 2026. Dari tujuh atlet yang diturunkan, PAC mengoleksi dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Kresensia turun pada hari pertama di nomor Lempar Lembing Putri U-20. Lemparannya sejauh 44,72 meter mengantarkannya meraih medali perak sekaligus memecahkan Rekornas U-20.
Catatan tersebut melampaui rekor lama 43,20 meter milik Ayu Ariandani yang bertahan sejak 2009.
Rekornas itu melanjutkan tren peningkatan performa Kresensia. Sebelumnya, ia mencatat lemparan 41,15 meter saat meraih perunggu di Singapore Open 2026 dan 40,44 meter ketika merebut emas pada Jatim Open 2026.
Prestasi Kresensia juga menyambung jejak keluarganya. Ia merupakan putri Timotius Sokai Ndiken, legenda atletik asal Merauke yang enam kali memperkuat Indonesia di SEA Games era 1980-an hingga 1990-an.
Timotius pernah meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Dasa Lomba pada SEA Games 1993 di Singapura.
Baca juga: Emilia Nova Sabet Emas Heptathlon di Kejuaraan Atletik Filipina 2026
Perolehan medali PAC bertambah pada hari kedua.
Elizabeth Martha Putri Baminggen asal Nabire menyumbangkan medali emas dari nomor Tolak Peluru Senior Putri melalui tolakan sejauh 13,24 meter.
Emas kedua dipersembahkan Kristostomus Kaize asal Merauke yang menjuarai nomor Lempar Lembing Putra U-18 dengan lemparan 65,72 meter. Catatan tersebut sekaligus menjadi personal best bagi dirinya.
Pada hari ketiga, Silfanus Ndiken melengkapi perolehan medali PAC melalui medali perunggu nomor Lempar Lembing Senior Putra dengan lemparan sejauh 67,81 meter.
Selain perolehan medali, kejuaraan di Filipina juga menjadi panggung evaluasi bagi atlet-atlet PAC lainnya.
Demianus Yenjau asal Tambrauw finis di posisi keempat final nomor 2.000 meter steeplechase U-18 putra dengan catatan waktu 6 menit 41,62 detik.
Imanuel Yewen asal Sorong menembus final nomor 1.500 meter U-18 putra dan menempati peringkat kesembilan dengan waktu 4 menit 37,15 detik.
Sementara itu, Mandala Putra Rumaikewi asal Biak memperoleh pengalaman bertanding di nomor sprint senior putra 100 meter dengan catatan 11,11 detik dan 200 meter dengan waktu 22,1 detik.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai pencapaian tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan pembinaan atlet daerah.
"Pecahnya rekor yang bertahan 17 tahun dan torehan medali di Filipina membuktikan bakat atlet Papua mampu berkembang melalui pembinaan yang terstruktur," kata Luhut.
Baca juga: Naturalisasi Disetujui, Mitchell Baker dan Luke Vickery Siap Debut di AFF 2026
Ia menambahkan keberhasilan tersebut memperlihatkan potensi besar atlet dari Timur Indonesia jika mendapatkan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
PAC merupakan pusat pelatihan atletik di Mimika yang dikelola melalui kerja sama PB PASI dan PT Freeport Indonesia.
Kejuaraan di Filipina menjadi bagian dari rangkaian kompetisi internasional yang dijalani atlet-atlet PAC sepanjang 2026.
Papua Athletics Center