Kesepakatan AS–Iran Membuka Selat Hormuz Picu Optimisme Ekonomi Dunia, Harga Minyak Turun Drastis?
Eri Ariyanto June 17, 2026 02:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar mengejutkan datang dari panggung geopolitik global setelah Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan strategis terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Langkah ini dinilai sebagai titik balik penting dalam meredakan ketegangan di salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Selat Hormuz yang selama ini menjadi “urat nadi” distribusi minyak global kini kembali dibuka untuk lalu lintas kapal tanker secara lebih stabil.

Kesepakatan tersebut langsung memicu respons positif dari pasar energi internasional yang selama berbulan-bulan berada dalam tekanan.

Harga minyak dunia bisa saja mengalami penurunan sebagai dampak langsung dari meredanya risiko gangguan pasokan.

Investor global menyambut perkembangan ini dengan optimisme tinggi terhadap stabilitas ekonomi.

Sejumlah analis menilai bahwa kesepakatan ini dapat menurunkan potensi inflasi di berbagai negara importir energi.

Sektor industri dan transportasi juga diprediksi akan mendapat manfaat dari turunnya biaya energi.

Namun demikian, pengamat tetap mengingatkan bahwa dinamika politik di kawasan Timur Tengah masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Meski begitu, momen ini disebut sebagai sinyal positif bagi pemulihan keseimbangan pasar minyak dan stabilitas ekonomi dunia.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Trump, Selat Hormuz Dibuka Jumat: Jalur Minyak Dunia Mulai Kembali Normal

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) menyatakan, kapal-kapal akan melintasi Selat Hormuz tanpa pungutan biaya. Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam nota kesepahaman (MoU) damai antara Washington dan Iran yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah AS juga menegaskan, Teheran harus memenuhi komitmennya terlebih dahulu sebelum memperoleh manfaat ekonomi dari kesepakatan tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Senin (15/6/2026).

Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut telah menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada Minggu (17/6/2026).

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas mendesak karena kemacetan jalur pelayaran tersebut berdampak pada ekonomi global setelah harga minyak melonjak.

Vance mengatakan kepada CNBC, ada pemahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya untuk jangka panjang.

"Dan hal semacam itulah yang akan kami bahas dalam negosiasi teknis ini," papar Vance.

Trump, yang sedang menghadiri KTT G7 di Perancis, mengatakan teks kesepakatan kemungkinan dirilis setelah Jumat (19/6/2026).

Namun, dia menambahkan bahwa masih ada proses lain untuk memastikan selat tersebut telah bebas dari ranjau.

Pejabat AS pertama mengatakan lalu lintas kapal seharusnya kembali ke level sebelum perang dalam beberapa pekan ke depan.

Meski demikian, dia menyebut sudah ada peningkatan lalu lintas yang substansial.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan bahwa kesepakatan tersebut memungkinkan Teheran memungut biaya layanan maritim atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, bukan menerapkan "tol".

AS VS IRAN - Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk “menembak dan membunuh” kapal-kapal kecil Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz.
AS VS IRAN - Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk “menembak dan membunuh” kapal-kapal kecil Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz. (Dok./Kompas.com)

Manfaat ekonomi

Salah satu manfaat ekonomi yang dibahas adalah kemungkinan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dollar AS bagi Iran yang terdampak perang.

Namun, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan dalam panggilan dengan wartawan bahwa pencairan dana tersebut akan terkait dengan kinerja Iran.

Sementara itu, Vance mengakui bahwa kesepakatan awal tersebut masih berupa kerangka singkat dan menunda pembahasan isu-isu paling rumit, terutama program nuklir Iran.

"MoU itu sekitar satu setengah halaman, jadi ini dokumen yang sangat umum," kata Vance kepada CNN.

Penandatanganan MoU itu akan membuka periode 60 hari bagi Iran dan AS untuk merumuskan kesepakatan damai penuh.

Vance akan memimpin pembicaraan teknis pekan ini dan menghadiri seremoni penandatanganan fisik yang diperkirakan berlangsung di Jenewa, Swiss.

Menantu Trump, Jared Kushner, dan Utusan Khusus Steve Witkoff juga akan hadir dalam seremoni tersebut.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.