Kekecewaan Rafael Leao: Arsenal, Man Utd, dan Barcelona Tolak Tawaran untuk Rekrut Bintang AC Milan
Agus Firmansyah June 16, 2026 05:46 PM

Masa depan Rafael Leao di AC Milan semakin tidak menentu setelah raksasa Eropa seperti Arsenal, Manchester United, dan Barcelona dikabarkan menolak kesempatan untuk merekrutnya. Dengan performanya yang menurun serta meningkatnya kekecewaan dari para penggemar, klub Serie A tersebut kesulitan menemukan klub yang bersedia memenuhi valuasi tinggi mereka terhadap penyerang asal Portugal itu menjelang bursa transfer musim panas yang krusial.

Raksasa Eropa berpaling

Leao menghadapi musim panas yang sulit setelah Arsenal, United, dan Barcelona semuanya menolak peluang untuk mendatangkannya. Menurut laporan dari Sportitalia, AC Milan bersama perwakilan sang pemain secara aktif menawarkan penyerang berusia 26 tahun itu kepada sejumlah klub yang sudah lama mengaguminya, namun mendapat tanggapan yang dingin.

Meski Leao didatangkan dari Lille dengan biaya sebesar €49,5 juta pada tahun 2019 dan sempat menjadi sumber gol dan assist yang produktif bagi klub, minat dari klub luar negeri terhadapnya kini menurun drastis. Ketiga tim besar yang sebelumnya memantau perkembangannya merasa belum siap untuk mengeluarkan dana besar guna memboyongnya dari San Siro, meninggalkan Milan dalam posisi sulit ketika mereka berupaya merombak skuad.

Milan terpaksa menurunkan valuasi

Walaupun pemain internasional Portugal itu memiliki klausul rilis sebesar €120 juta dalam kontraknya saat ini, pihak klub Italia tersebut dikabarkan bersedia menerima tawaran sekitar €80 juta untuk mempermudah proses penjualan. Kontraknya akan berakhir pada tahun 2028 dan tanpa tanda-tanda perpanjangan, Milan melihat jendela transfer mendatang sebagai kesempatan terakhir untuk mendapatkan pemasukan besar dari sang pemain.

Keinginan ini dipicu oleh kesulitannya di bawah asuhan pelatih kepala Max Allegri, yang menerapkan formasi 3-5-2 dan memaksa Leao bermain sebagai penyerang tengah. Sejauh musim ini, ia mencetak 10 gol dalam 30 pertandingan kompetitif, namun belum mencetak gol di Serie A sejak 1 Maret, yang secara jelas membatasi pengaruhnya di lapangan.

Frustrasi meningkat dan reaksi keras dari suporter

Kesabaran para pendukung di San Siro benar-benar habis, dengan Leao menghadapi kritik keras dari para fans. Ketidaksesuaian taktik telah menimbulkan ketegangan, berpuncak pada penampilan buruk melawan Atalanta pada 5 Mei, di mana ia gagal memanfaatkan peluang mudah dan mendapat cemoohan keras. Bagi banyak orang, kekalahan 3-2 yang menyakitkan itu menjadi titik tanpa jalan kembali. Namun, itu bukan pertama kalinya ia dicemooh.

Sebelumnya, ia juga menerima ejekan serupa dalam kekalahan 3-0 dari Udinese sebulan sebelumnya dan disiuli keras oleh penonton saat digantikan oleh Christopher Nkunku pada menit ke-80 dalam hasil imbang 0-0 melawan Juventus pada 26 April. Kini, menjelang ulang tahunnya yang ke-27, sang penyerang tak lagi dianggap sebagai pemain muda potensial, melainkan produk jadi yang kesulitan membuktikan nilainya di pasar transfer yang terus menurun.

Apa langkah berikutnya bagi Leao?

Milan saat ini menempati posisi ketiga di klasemen Serie A dengan 70 poin, sama dengan AS Roma yang berada di posisi keempat, dan harus memenangkan laga terakhir melawan Cagliari di San Siro untuk memastikan tiket ke Liga Champions.

Selain itu, klub berharap penampilan gemilang Leao di ajang Piala Dunia mendatang dapat kembali menarik perhatian klub-klub besar, terutama dari Premier League atau La Liga, untuk kembali ke meja negosiasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.