Arti di Balik Batu Nisan Baru pada Pusara Vidi Aldiano, Terungkap di Momen Ziarah 100 Hari
Achmad Maudhody June 16, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Arti di balik batu nisan baru di pusara Vidi Aldiano, terungkap di momen ziarah 100 hari.

Keluarga dari mendiang penyanyi Vidi Aldiano baru saja menggelar ziarah kubur ke makam sang musisi.

Terasa sedikit berbeda, ziarah kali ini dilakukan bertepatan dengan 100 hari usai kepergian almarhum.

Vidi diketahui mengembuskan nafas terakhir pada 7 Maret 2026.

Ia meninggal dunia di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker yang sudah beberapa tahun menggerogoti tubuhnya.

Setelah 100 hari berlalu, rasa kehilangan masih dirasakan oleh keluarga besarnya yang rutin menziarahi pusara Vidi.

Untuk mengenang sosok Vidi Aldiano, pihak keluarga mendatangi makam almarhum dan menggelar ziarah bersama.

Momen tersebut diketahui melalui unggahan sang ayah, Harry Kiss di Instagram pribadinya @v8harrykiss, Minggu (15/6/2026).

Unggahan itu memperlihatkan suasana haru saat keluarga dan kerabat dekat berkumpul di area pemakaman. 

Dari unggahan tersebut juga diketahui adanya perubahan pada batu nisan Vidi Aldiano.

Pihak keluarga mengganti nisan pelantun lagu Nuansa Bening itu dengan desain bulat khusus berwarna biru.

Pemilihan warna biru dilakukan secara sengaja oleh keluarga.

Warna tersebut merupakan warna favorit Vidi semasa hidupnya.

Desain batu nisan tersebut nampak jauh berbeda dibanding nisan yang digunakan sebelumnya berupa papan kayu bertuliskan nama dan tanggal kematian.

Di area makam, beberapa anggota keluarga berkumpul untuk berdoa bersama.

Keluarga juga membawa buku yasin berwarna biru. 

Selain itu, makam dihias dengan rangkaian bunga berwarna biru dan putih yang senada untuk melengkapi peristirahatan terakhir almarhum.

"Selamat Jalan Menuju Cahaya Nak.."

"Sampai hari ini Engkau Masih Hidup di dalam Sanubari.. Al Fatehah untuk Oxavia Aldiano," tulis Harry Kiss.

Bertemu Lewat Mimpi

Di tengah kerinduan yang mendalam, terselip satu kisah manis yang datang dari sang ibunda, Besbarini.

Mendiang Vidi Aldiano akhirnya muncul juga di mimpi Besbarini.

Hal ini diungkapkan oleh sang ayah, Harry Kiss, saat melakukan ziarah sekeluarga ke makam Vidi di TPU Tanah Kusir.

Harry Kiss membagikan cerita yang menyentuh tentang pengalaman spiritual yang baru saja dialami oleh istrinya.

Menurut Harry, Besbarini sebelumnya sempat merasa sedih karena belum pernah bertemu pelantun lagu Nuansa Bening itu lewat mimpi.

"Istri saya tuh baru kemarin dimimpiin," ujar Harry Kiss, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (23/3/2026).

Pengusaha event organizer sekaligus sound system ini menjelaskan sejak dua minggu sebelumnya, sang istri sudah berdoa agar bisa bertemu Vidi dalam mimpi.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena banyak teman dan sahabat Vidi Aldiano yang mengaku dimimpikan sang penyanyi.

"Dia kan udah doa sejak dua minggu yang lalu tuh dimimpiin Vidi," kata Harry.

"Teman-temannya, sahabat-sahabatnya udah pada dimimpiin Vidi, istri saya nggak pernah dimimpiin," lanjutnya.

Doa itu akhirnya terjawab. Besbarini mengaku bermimpi Vidi Aldiano sedang bernyanyi.

"Baru kemarin dimimpiin Vidi. Dia bilang 'Pah, aku tadi dimimpiin Vidi'. Mimpi apa lu? 'Iya, Vidi lagi nyanyi terus aku duduk di backstage'," pungkasnya.

Ibadah Kurban Atas Nama Vidi

Bertepatan pada Hari Raya Idul Adha 2026, Harry Kiss, ayah dari mendiang penyanyi Vidi Aldiano menunaikan ibadah kurban yang secara khusus diniatkan atas nama almarhum putranya.

Sebelum memantapkan niatnya, Harry sempat mencari tahu dan berkonsultasi mengenai hukum fikih terkait menyembelih hewan kurban untuk orang yang sudah wafat.

Setelah memperoleh keyakinan amalan tersebut sah dan bernilai sebagai sedekah jariyah, ia pun memantapkan niatnya tersebut.

"Kurban itu atas nama beliaulah. Saya bilang, saya yang bayar, atas namanya dia lho ini. Boleh, atas nama Vidi boleh sekali," kata Harry Kiss di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (27/5/2026).

Hewan kurban tersebut disembelih melalui pengurus Masjid Nurul Hidayah.

Ia menegaskan seluruh biaya administrasi dan pembelian hewan telah diselesaikan, meski ia enggan membeberkan secara rinci mengenai jumlahnya.

"Atas nama Vidi. Kita di Nurul Hidayah, Masjid Nurul Hidayah. Sudah dibayar sih," ujar Harry.

Mengenai jenis hewan yang dipilih, Harry memaparkan tradisi keluarganya yang biasanya membeli kambing secara perorangan. 

Sementara untuk hewan kurban berupa sapi, mereka cenderung memilih sistem kelompok.

Sambil mengenang tradisi tersebut, Harry bahkan sempat melempar candaan khasnya mengenai kebiasaan patungan di dalam keluarga.

"Kita kurban dari dulu kambing. Kalau sapi tuh kita iuran, namanya kolektif, patungan. Patungan itu saya biasa jadi patung karena bayarnya belakangan. Satu sapi tujuh orang, ya tujuh orang, berarti saya yang kedelapan karena yang tujuh sudah selesai," jelas Harry.

Melalui ibadah kurban ini, keluarga besar Harry Kiss berharap bisa terus merawat dan menghidupkan nilai-nilai kebaikan yang selalu dicontohkan oleh Vidi Aldiano sepanjang hidupnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.