SERAMBINEWS.COM, SIGI – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan sejumlah kerusakan di Kabupaten Sigi.
Selain mengakibatkan enam warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan, gempa juga memicu longsor yang mengganggu akses transportasi di beberapa wilayah.
Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah langsung bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat pendataan dampak bencana.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Nokilalaki dan Kecamatan Palolo yang dilaporkan mengalami dampak cukup signifikan akibat guncangan gempa.
Enam Warga Terluka, Dua Dirujuk ke RSUD Torabelo
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan bahwa pemerintah daerah segera melakukan pengecekan ke pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana dan fasilitas kesehatan sesaat setelah gempa terjadi.
"Saya sudah mendatangi Pusdalops BPBD Sigi, dilanjutkan mengecek kondisi masyarakat yang berada di RSUD Torabelo," ujar Rizal saat memberikan keterangan di Dolo.
Berdasarkan laporan sementara, terdapat enam warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang runtuh saat gempa berlangsung.
Dari jumlah tersebut, dua orang harus dirujuk ke RSUD Torabelo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, sementara korban lainnya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat, termasuk Puskesmas Palolo.
"Data sementara ada enam korban reruntuhan luka-luka dan dua orang lainnya langsung dirujuk ke RSUD Torabelo. Untuk rumah rusak di Kabupaten Sigi sedang dilakukan pendataan oleh BPBD setempat," kata Rizal yang dikutip dari Kompas.com.
Hingga kini, kondisi para korban terus dipantau oleh tenaga kesehatan yang telah disiagakan pemerintah daerah.
Baca juga: Dampak Gempa M 7,8 Guncang Mindanao Filipina, 37 Orang Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi
Kerusakan Infrastruktur dan Longsor Hambat Akses Jalan
Selain korban luka, gempa berkekuatan besar tersebut juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur publik.
Wilayah yang dilaporkan terdampak antara lain Desa Kamaroa B di Kecamatan Nokilalaki serta beberapa desa di Kecamatan Palolo.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan rumah warga dan fasilitas umum.
Dampak lain yang cukup serius adalah terjadinya longsor di sejumlah titik yang mengakibatkan akses jalan terganggu.
Material longsoran dilaporkan menutup sebagian ruas jalan utama, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Beberapa ruas jalan yang terdampak meliputi:
-Akses jalan Desa Tongoa, Kecamatan Palolo.
-Jalan Trans Napu di kawasan Dongi-dongi.
-Sejumlah jalur penghubung antardesa di wilayah perbukitan Kabupaten Sigi.
Pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat dan personel terkait untuk membuka kembali akses yang tertutup longsoran agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Pemerintah Perkuat Penanganan Darurat
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Sigi menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turun langsung ke lapangan membantu proses evakuasi, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Koordinasi juga terus dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur kebencanaan lainnya guna memastikan penanganan berlangsung cepat dan terpadu.
"Tentunya kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan berbagai pihak terkait, guna penanganan korban serta pendataan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan dan kebutuhan masyarakat," ujar Rizal.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan yang berpotensi menambah dampak kerusakan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Bupati Sigi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Meski situasi mulai terkendali, warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi gempa susulan masih mungkin terjadi.
Ia juga meminta warga yang mengalami luka atau gangguan kesehatan pascagempa untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang memadai.
"Imbauan kami agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Untuk warga yang mengalami luka-luka agar segera ke RSUD Torabelo sehingga mendapatkan perawatan intensif," katanya.
BMKG: Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi pada Selasa pukul 10.27 WIB. Pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah.
Karakteristik gempa dangkal menyebabkan guncangan terasa kuat di permukaan dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan yang tidak memiliki struktur tahan gempa.
Meski demikian, hasil analisis BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena sumber gempa berada di daratan.
Hingga Selasa sore, proses pendataan kerusakan dan penanganan korban masih terus berlangsung.
Pemerintah daerah berharap seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi sambil menunggu hasil asesmen lengkap dari tim di lapangan.