Kelaparan, Monyet Liar Gunung Gede Masuki Permukiman
GH News June 16, 2026 08:09 PM
Sukabumi -

Seekor monyet liar turun dari kawasan Gunung Gede dan masuk ke permukiman warga di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Monyet itu diduga kelaparan.

Hewan tersebut sempat memasuki dapur rumah warga sebelum dievakuasi petugas pemadam kebakaran. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah RT 01 RW 01, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Pemilik rumah yang syok langsung mengunci primata tersebut di dalam kamar mandi sebelum melaporkannya ke pihak berwajib.

Insiden bermula saat sang pemilik rumah, Yudi Irwanda, sedang sibuk berbenah rumah di pagi hari. Saat itulah, ia menyadari ada kelebatan bayangan asing yang bergerak mencurigakan di sekitar dinding rumahnya.

"Pemilik rumah awalnya sedang beres-beres, lalu melihat ke pinggir tembok ada bayangan turun ke bawah. Pas dicek, ternyata ada kera," kata Komandan Regu Posko VI Sukaraja Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi Ade Feri saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Bukannya takut, satwa dengan nama latin itu justru bersikap agresif saat coba didekati. Hewan tersebut langsung menyeringai ke arah Yudi seolah siap melancarkan serangan.

Didorong rasa lapar karena mencium aroma masakan, monyet liar itu kemudian nekat menerobos masuk ke area dapur. Beruntung, Yudi yang sempat panik berhasil memikirkan siasat cepat saat monyet tersebut bergeser masuk ke ruangan sebelah.

"Kebetulan dapur berdekatan dengan kamar mandi. Begitu monyetnya masuk ke kamar mandi, langsung ditutup pintunya (dikunci) sama pemilik. Kemudian dia langsung melapor ke kami," kata Ade.

Diduga Kalah Telak dan Diusir Kelompoknya

Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap monyet ekor panjang tersebut. Ade menduga, primata bertubuh lincah ini nekat menyatroni permukiman manusia karena kelaparan setelah diusir oleh kawanannya sendiri di alam liar.

"Dugaan kami dia dipisahkan atau diusir dari kelompoknya. Otomatis dia jadi keluyuran sendirian. Karena lapar dan mencium aroma makanan dari perkampungan manusia, dia cenderung mendekati sumber makanan itu," kata dia.

Melihat dari perilakunya yang masih sangat agresif dan liar, Ade meyakini monyet ini bukan hewan peliharaan yang lepas, melainkan murni penghuni asli kawasan hutan pegunungan. "Kemungkinan besar berasal dari habitat di sekitar kawasan Gunung Gede," kata dia.

Saat ini, kera ekor panjang tersebut sudah diserahkan ke pecinta satwa untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. "Sudah dirilis, dilepas sama rekan komunitas satwa di daerah Cikidang," dia menambahkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.