TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mendukung program pembinaan warga binaan.
Penegasan tersebut disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Batang Hari.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Muara Bulian dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai elemen masyarakat.
Termasuk di dalamnya lembaga sosial dan keagamaan yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.
Kalapas Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani, mengatakan pembinaan warga binaan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Menurutnya, keterlibatan lembaga seperti Baznas sangat penting, khususnya dalam mendukung program pembinaan keagamaan dan sosial di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berharap silaturahmi ini dapat semakin mempererat hubungan baik antara Lapas Muara Bulian dan Baznas Kabupaten Batang Hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan yang diberikan kepada warga binaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian.
Namun juga mencakup pembentukan karakter, mental, serta penguatan spiritual warga binaan.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai lembaga menjadi langkah strategis untuk menciptakan proses pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi warga binaan, khususnya dalam pembinaan keagamaan dan sosial,” jelasnya.
Ia menuturkan, warga binaan perlu dibekali kemampuan dan nilai-nilai positif agar mampu kembali diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Oleh karena itu, Lapas Muara Bulian terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak yang berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan.
“Pembinaan yang baik membutuhkan dukungan banyak pihak, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh warga binaan maupun masyarakat,” katanya.
Ia berharap komunikasi yang telah terjalin melalui silaturahmi tersebut dapat berlanjut dalam bentuk program-program konkret.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan pembinaan warga binaan yang holistik, bermartabat, dan produktif,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Siap-siap, Kemenaker Buka Magang Nasional 2026 Angkatan 2, Ada 150 Ribu Kuota
Baca juga: Fakta di Balik Proyek Tol Jambi-Rengat, 5 Tahun Warga Pijoan Ragu Perbaiki Rumah