Bantu Pencarian Korban Tenggelam, Warga Kerahkan Perahu
Nur Nihayati June 16, 2026 10:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Operasi pencarian korban tenggelam di sungai Tamiang mendapat dukungan penuh dari warga.

Dukungan ini diberikan secara nyata berupa tenaga dan perahu yang dikerahkan untuk menyusuri sungai Tamiang.

“Dari kemarin kami sudah membantu, bagaimanapun korban merupakan warga kami dan sosok yang baik,” kata Putra, warga Kotalintang, Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Selasa (16/6/2026).

Putra mengaku mengenal baik korban Kiki Armada (33) yang jatuh ke sungai dari jembatan Kota Kualasimpang, Minggu (14/6/2026) sore.

Korban diakuinya sebagai sosok yang baik dan memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap masyarakat.

“Dia adik-adik kami, anaknya baik, kami kehilangan,” ungkapnya.

Baca juga: Jarak Pandang Sungai 0 Kilometer, Tim Penyelam Kesulitan Mencari Korban Tenggelam

Rasa kehilangan inilah yang memanggil masyarakat berinisiatif membantu operasi pencarian. 

Berbekal perahu yang selama ini digunakan mencari ikan, warga ikut menyusuri sungai Tamiang sepanjang hari.

Tumpukan kayu sisa banjir bandang yang banyak menyangkut di sungai menjadi perhatian utama tim pencari. 

Namun hingga hari ketiga, korban yang bekerja sebagai operator sekolah belum ditemukan.

“Kami sudah menyisir sungai sampai Rantau, tapi belum ada tanda-tanda,”sambungnya.

Dan Ops BPBD Aceh Tamiang, Surya Darma menyampaikan operasi pencarian dilakukan bersama Satgas SAR dan Damkar Aceh Tamiang serta Pos SAR Langsa. 

Baca juga: 2 Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal

Operasi ini mendapat hambatan pada kualitas air sungai yang sangat keruh.

Ketebalan lumpur pada air membuat jarak pandang nol kilometer, sehingga regu penyelam yang sudah diturunkan juga tidak bisa berbuat banyak.

“Aqua eye yang kami pakai tidak banyak membantu, karena jarak pandang nol kilometer,” kata Surya Darma.

Kiki dinyatakan jatuh dari jembatan saat memancing pada Minggu (14/6/2026). Kuat dugaan insiden ini disebabkan penyakit epilepsinya kambuh. Korban telah memiliki istri dan satu anak berusia tiga tahun. (mad)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.