Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Sri Jayanti (33), tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Kute Buluh, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara pada Senin (15/6/2026).
Kecelakaan terjadi usai mengantar pasien rujukan dari Kabupaten Gayo Lues ke Rumah Sakit Haji Medan menggunakan mobil ambulans milik RSUD Muhammad Ali Kasim.
Berdasarkan informasi yang himpun wartawan TribunGayo.com, ambulans jenis Toyota Kijang Innova Reborn yang dikemudikan oleh Ijal terjun ke jurang sedalam sekitar 300 meter di kawasan Ujung Salang, Kuta Buluh, Kecamatan Tanah Pinem, sekitar pukul 11.30 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, Sri Jayanti meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara sopir ambulans yang tercatat sebagai warga Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, sempat mengalami kondisi kritis dan mendapat penanganan medis.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi Korban Kecelakaan Ambulans yang Terjun ke Jurang di Jalan Kutacane-Medan
Diketahui, Sri Jayanti baru saja dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada 2 Juni 2026 di Lapangan Pancasila, Blangkejeren, Gayo Lues.
Sebelum diangkat sebagai PPPK Paru Waktu, ia telah mengabdi sebagai tenaga kesehatan di RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues selama lebih dari 10 tahun.
Usai dilantik, almarhumah sempat mengunggah status di akun Facebook pribadinya, "Sri JayAntie", yang ditujukan kepada kedua orang tuanya.
"Mak, Pak akhirnya setelah 10 tahun mengabdi anak sulung mu ini juga menerima SK (Walaupun Hanya PW), terimakasih setiap eluh (air mata) yang kalian teteskan, demi masa depan anak mu ini.
Maaf sampai sejauh ini masih sering merepotkan Mak Pak," isi status yang di unggah di media sosial miliknya.
Unggahan tersebut kini menjadi salah satu pesan terakhir yang ditinggalkan almarhumah sebelum meninggal dunia usai menjalankan tugas mengantar pasien rujukan.
Sri Jayanti diketahui merupakan seorang janda dengan dua orang anak perempuan.
Ia merupakan warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, dan selama ini tinggal bersama kedua orang tuanya.
Jenazah almarhumah telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Badak pada Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Korban Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil Ambulans Ternyata Baru Dilantik jadi PPPK Paruh Waktu
Setelah kecelakaan terjadi, proses evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Kute Buluh, anggota Koramil 05 Tanah Pinem, petugas Puskesmas Kute Buluh, serta warga setempat.
Jenazah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.00 WIB.
Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Blangkejeren menggunakan ambulans milik Rumah Sakit (RS) Tanoh Gayo yang telah disiagakan di lokasi.
Setibanya di Gayo Lues, jenazah terlebih dahulu dibawa ke RSUD Muhammad Ali Kasim sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana duka menyelimuti rumah duka saat jenazah tiba. Tangis keluarga, kerabat, dan rekan kerja pecah mengiringi kedatangan almarhumah.
Kesedihan semakin terasa ketika kedua anak korban turut menangisi kepergian ibunya.
"Isak tangis keluarga dan rekan kerjanya pun pecah, bahkan setelah tiba dirumah duka di Desa Badak, isak tangis dari anak almarhumah juga pecah yang membuat suasana semakin menjadi sedih," sebut warga Desa Badak, Kamasiah kepada wartawan TribunGayo.com, Rasidan pada Selasa (16/6/2026).
Secara terpisah, rekan sejawat almarhumah, Sasmita, mengatakan bahwa Sri Jayanti bukan seorang perawat, melainkan bidan yang telah lama mengabdi di RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues.
"Kami dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Pining menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhumah yang baru saja menerima amanah sebagai PPPK Paruh Waktu.
Yang seharusnya menjadi sebuah kebahagiaan dan harapan baru dalam perjalanan pengabdiannya, namun Allah SWT berkehendak lain," ujarnya.
Sasmita yang juga menjabat sebagai Ketua IBI Ranting Pining menambahkan, almarhumah meninggal dunia saat menjalankan tugas mulia dalam memberikan pelayanan kesehatan dan membantu sesama.
"Pengabdian dan ketulusannya sebagai seorang bidan menjadi kenangan yang akan selalu dikenang. Selamat jalan teman sejawat, kini dedikasi dan kebaikanmu akan selalu hidup dalam ingatan kami," ungkapnya.
Menurutnya, kepergian Sri Jayanti merupakan kehilangan besar bagi dunia kesehatan, khususnya bagi para bidan dan masyarakat yang pernah merasakan pelayanan almarhumah.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Belum lama merasakan bahagia atas perjuangan panjang itu, Allah memanggilmu kembali dalam perjalanan menjalankan tugas mulai, mengantar dan menyelamatkan nyawa sesama. Semoga segala lelahmu menjadi pahala dan setiap pengabdian menjadi amal jariyah," sebutnya. (*)
Baca juga: BREAKING NEWS: Ambulans RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues Terjun ke Jurang, Satu Orang Meninggal