Jakarta (ANTARA) - Reog Garuda Djoyo Manggolo Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo meraih penghargaan kategori 10 besar Pelestari Budaya pada ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI 2026 yang memperebutkan Piala Presiden.
“Sangat lega sekali. Bangga sekali, anak-anak memang luar biasa,” kata Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo Devit Tri Candrawati dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan ini merupakan pertama kalinya SRT 5 Ponorogo mengikuti ajang FNRP.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kementerian Sosial (Kemensos) dan jajarannya sudah mengantarkan anak-anak satu langkah lebih maju. Semoga ini awal dari kesuksesan mereka nantinya,” Kata Devit.
Dalam penampilannya, Garudo Djoyo Manggolo menampilkan tarian yang menceritakan perjalanan Prabu Klono Sewandono saat hendak melamar putri dari Kerajaan Daha.
Gerakan tari dalam lakon ini menggambarkan kegagahan, sekaligus keindahan gerak lincah sang raja. Raja Klono juga digambarkan membawa pusaka andalan yakni cemeti bernama Kyai Pecut Samandiman.
Ajang FNRP 2026 diikuti oleh sekira 32 grup dari berbagai daerah. Ajang itu berlangsung selama empat hari yakni dari 11 hingga 14 Juni di Alun-alun Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo berhasil menyabet gelar juara pertama. Sedangkan Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur memenangi Piala Bergilir Presiden setelah menjadi juara FNRP XXXI.
Acara penutupan FNRP juga dihadiri beberapa pejabat, seperti Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, serta Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Dwi Marhen Yono.





