SURYA.co.id, Sidoarjo – Berawal dari kegemaran keluarga dalam mengonsumsi camilan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kecamatan Krian, Sidoarjo, sukses berkembang hingga menarik minat pasar nasional maupun mancanegara. Usaha yang diberi nama Sky Nobie ini dirintis oleh Rini Dwi Astuti (43)
Rumah produksinya berlokasi di Perumahan The Quality Residence Blok No.C/20, Sawah, Jatikalang, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Melalui produk unggulan berupa keripik pisang aneka rasa, Sky Nobie kini tumbuh menjadi salah satu mitra UMKM binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang potensial.
Rini menceritakan bahwa usaha ini pertama kali dirintis pada tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Keinginan untuk memproduksi keripik pisang dalam skala lebih besar sebenarnya datang dari usulan anak sulungnya.
"Ide bisnisnya itu sebetulnya karena keluarga kami senang nyemil, terutama anak-anak. Waktu itu saya berpikir daripada jajan di luar, lebih baik bikin cemilan sendiri di rumah," kenang Rini saat ditemui SURYA.co.id.
"Anak saya kemudian bilang, 'Mah, kenapa nggak buat lebih banyak saja? Sebagian kita makan, sebagian lagi dijual.' Dari situ akhirnya saya buat lebih banyak, dan ternyata teman-teman sekolah anak saya sangat menyukai rasa keripik buatan saya," lanjutnya.
Baca juga: DJKN Jatim dan BRI Perkuat Literasi Lelang Modern Lewat Pameran Artefak Meteorit Berbentuk Mahkota
Perjalanan Rini untuk mematenkan merek dagangnya juga membutuhkan proses yang panjang. Ia memerlukan waktu sekitar empat tahun (2019 hingga 2023) untuk mendaftarkan merek "Sky Nobie"
Nama tersebut merupakan singkatan dari nama ketiga buah hatinya, yaitu "Sky" (anak ketiga), "N" atau Kency (anak kedua), dan "Obie" panggilan akrab Bintang (anak sulung).
Setelah sempat mengalami beberapa kendala penolakan nama karena kemiripan pelafalan dengan merek lain, Rini akhirnya berhasil mendaftarkan merek "Sky Nobie" dengan bantuan konsultasi dari Dinas Koperasi Sidoarjo melalui jalur mandiri
Keripik pisang Sky Nobie diproduksi dengan menjaga kualitas bahan baku secara ketat. Rini menggunakan Pisang Kepok asli Jawa Timur karena dinilai memiliki tekstur dan rasa terbaik.
Keunikan dari keripik ini terletak pada proses pengolahannya:
Saat ini, Sky Nobie menawarkan 7 varian rasa yang dapat dinikmati konsumen, mulai dari Original, Cokelat, Susu, Tiramisu, Keju, Green Tea, hingga varian terbaru kopi yang dirilis pada tahun 2024.
Baca juga: Peran BRI BO Mulyosari Perkuat Kemajuan UMKM dengan Salurkan KUR Hingga Rp 64,4 Miliar
Kualitas rasa ini diakui langsung oleh Clarisa, salah seorang penikmat keripik pisang Sky Nobie. Menurutnya, keripik ini memiliki karakteristik rasa yang pas dan tidak berlebihan.
"Rasanya renyah, gak terlalu manis, kayak gak bersalah kalau dicemil. Keripik ini bukan tipikal keripik micin atau yang banyak bumbu," ungkap Clarisa dalam ulasannya.
Dengan usaha itu, usaha Rini bertahan hingga sekarang. Omzet bulanan usahanya berkisar antara Rp6 juta hingga Rp8 juta
Selain itu, produk Sky Nobie juga telah tersebar di berbagai pusat oleh-oleh di wilayah Krian, Surabaya, Jember, Tulungagung, Yogyakarta, bahkan pernah masuk di jaringan ritel Sarinah Jakarta selama dua tahun.
Selain itu, produk ini juga telah memiliki jaringan reseller hingga ke Papua.
Tidak hanya di dalam negeri, Sky Nobie juga mulai mengepakkan sayap ke pasar internasional. Pada tahun 2021, produk mereka sempat diekspor secara tidak langsung ke Mesir bekerja sama dengan diaspora setempat untuk dipamerkan di ajang pameran dagang internasional.
Di awal tahun 2025, Sky Nobie juga nyaris bermitra dengan pengusaha asal Thailand. Meski demikian, Rini mengakui masih ada kendala administratif yang harus diselesaikan untuk merealisasikan kontrak penjualan tersebut.
Persyaratan utama sertifikasi ini mengharuskan ruang produksi yang sepenuhnya terpisah dari rumah tinggal.
"Kami berharap ke depannya bisa segera memisahkan ruang produksi ini agar kontrak penjualan luar negeri tersebut dapat segera berjalan lancar," pungkas Rini.
Perkembangan bisnis Sky Nobie tidak lepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI.
Hubungan kemitraan ini dibenarkan langsung oleh Wahyu Andini, Koordinator Rumah BUMN Sidoarjo.
Ia membenarkan bahwa Rini merupakan salah satu pelaku UMKM binaan aktif di bawah naungan BRI.
"Beliau pelaku usaha yang aktif dalam mengikuti berbagai program pendampingan, mulai dari aspek peningkatan kualitas kemasan, perizinan, hingga kami libatkan dalam pameran-pameran strategis guna memperluas jangkauan pasar," katanya.
Baca juga: Berawal dari Kamar Santri, UMKM Keyfara Sprei asal Sidoarjo Ini Jangkau Berbagai Kota
Sebagai salah satu UMKM binaan, Sky Nobie kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi, pameran, hingga bazar yang diselenggarakan oleh BRI, seperti melalui platform PaDi UMKM dan acara Pesta Rakyat Simpedes.
Dalam hal pembiayaan usaha, Rini mengaku sekitar 80 persen modal awal berasal dari dana pribadi.
Namun, untuk mendukung kelancaran transaksi digital serta kebutuhan modal kerja tambahan di saat mendapatkan pesanan dalam skala besar, Rini memanfaatkan fasilitas pinjaman digital dari BRI yaitu BRI Ceria.
Aplikasi layanan keuangan ini membantu Rini dalam memperoleh dukungan dana transaksi e-commerce dan modal tambahan secara cepat dan fleksibel