Geram Insiden Didorong hingga Jatuh Disebut Settingan, Karina Ranau: Serba Salah Saya!
Ulfa Lutfia Hidayati June 16, 2026 08:34 PM

Grid.ID – Karina Ranau, istri dari aktor senior Epy Kusnandar, diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang pria tak dikenal. Alih-alih iba, beberapa netizen justru menuding musibah tersebut hanyalah sebuah marketing atau settingan semata.

Ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (16/6/2026), Karina memberikan jawaban menohok bagi para pemburu konten yang meragukan kejujuran insiden tersebut.

Bantah Keras Tudingan Gimik

Karina mengaku sangat terpukul ketika niatnya mencari keadilan justru disalahartikan sebagai ajang promosi. Baginya, rasa sakit secara fisik dan syok yang dialaminya terlalu mahal hanya untuk bisa viral.

"Banyak sekali netizen yang bilang 'Ini mah marketing', katanya ini gimik supaya warungnya ramai. Ya Allah, enggak lihat apa saya dari pagi kerja? Saya ngurusin anak-anak (karyawan) sebanyak ini," ujar Karina dengan nada bergetar.

Ia menegaskan bahwa dirinya sedang fokus banting tulang mengelola usaha keluarga, apalagi di tengah situasi suaminya yang saat ini tidak berada di sampingnya. Mengatur operasional warung dari pagi hingga malam bukanlah pekerjaan mudah yang harus dibumbui dengan drama kekerasan.

Rasa tidak terima Karina memuncak hingga ia melontarkan sebuah pertanyaan tegas. Ia mempertanyakan apakah seorang korban harus diam saja agar tidak dituduh mencari sensasi.

"Saya jadi bingung, saya tuh gimana ya, serba salah. Apakah setiap kejadian, mungkin besok misalnya saya di jalan dipukul orang sampai berdarah-darah atau digorok orang, saya harus diam saja? Enggak usah posting di media sosial?" ucap Karina.

"Jadi serba salah saya," tegasnya.

Menurut Karina, mengunggah rekaman video tersebut adalah bentuk pertahanan diri sekaligus upaya agar pelaku mendapatkan sanksi sosial dan hukum, bukan untuk mengemis simpati demi jualan.

Tempuh Jalur Hukum dan Lakukan Visum

Untuk membuktikan bahwa kejadian tersebut nyata, Karina telah menjalani seluruh prosedur kepolisian. Ia melaporkan pria arogan yang mendorongnya ke Polsek setempat.

"Kemarin itu saya jalani prosedur, bikin laporan, sampai BAP jam 10 malam baru selesai. Saya juga sudah visum diantar polisi. Hasilnya memang menunggu sekitar seminggu, tapi ini bukti saya serius," tuturnya.

Meski keluarga pelaku sempat datang menemuinya untuk meminta maaf, Karina memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum. Ia ingin memberikan efek jera agar tidak ada lagi laki-laki yang bertindak semena-mena terhadap perempuan di ruang publik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.