Urunan Rp10 Ribu, Warga Bondowoso Perbaiki Jalan Rusak Dibantu Pengusaha Rp250 Juta, Pemkab Pasif
Sarah Elnyora Rumaropen June 16, 2026 08:35 PM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Sinca Ari Pangistu

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Sejumlah warga di Desa Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Jawa Timur berinisiatif melakukan urunan swadaya demi memperbaiki jalan rusak dan saluran drainase sepanjang 7,5 kilometer.

Aksi gotong royong yang telah berlangsung selama tiga hari ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat, karena jalur penghubung antar-kecamatan tersebut sudah lama rusak parah tanpa adanya perbaikan dari pemerintah.

Gerakan mandiri ini, berhasil mengumpulkan dana belasan juta rupiah dari warga, yang kemudian didukung penuh oleh pengusaha tembakau lokal dengan kucuran bantuan mencapai Rp250 juta.

Detail Proyek Swadaya

Jalan yang diperbaiki secara mandiri oleh masyarakat ini mencapai panjang sekitar 7,5 km, ditambah dengan pembangunan 15 km saluran drainase di kanan dan kiri bahu jalan.

Sudah tiga hari berturut-turut aktivitas gotong royong warga dilakukan setiap pagi sejak pukul 07.30 hingga sore hari pukul 16.00 WIB.

Menurut Nur Aini, Direktur PT Dwi Cahya Tembakau, anggaran yang digunakan berasal dari urunan warga sekitar Rp12 juta.

Baca juga: Tabrak Aturan PP, 12 Puskesmas di Jember Disemprot Belum Cairkan Gaji Ke-13 Sejak Awal Juni

Teknisnya, setiap kepala keluarga mengumpulkan urunan sebesar Rp10 ribu, sementara masyarakat kurang mampu dan janda dibebaskan dari biaya tersebut.

Kemudian, kekurangan anggaran sekitar Rp250 juta ditutupi oleh PT Dwi Cahya Tembakau.

"Panjangnya 7,5 km, dari perempatan Lombok Wetan hingga perbatasan Pecalongan," jelas Nur Aini saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Pentingnya Saluran Drainase

Nur Aini menerangkan, perbaikan saluran drainase juga mutlak dilakukan dengan anggaran swadaya. Sebab, jika tidak diperbaiki, proyek jalan bisa percuma karena aspal baru akan cepat rusak akibat tergerus aliran air.

"Percuma kalau saluran drainase tak diperbaiki, nanti jalan tergerus air lagi," paparnya.

Baca juga: Ricuh Peserta Jalan Sehat 1 Muharram Terobos Panggung Tak Kebagian Kupon, Pemprov Jatim Minta Maaf

Nur Aini menegaskan bahwa tujuan utama perbaikan jalan ini sama sekali bukan untuk pamer, melainkan murni demi kenyamanan masyarakat yang bekerja dan melintas di jalur tersebut.

Ke depan, setelah perbaikan tuntas, Aini dan masyarakat berencana menggalakkan kerja bakti berkala agar tidak ada sumbatan di saluran drainase.

"Semoga aksi ini bisa ditiru orang lain juga, agar tergerak untuk berbuat baik kepada sesama," jelasnya.

Sentilan Halus untuk Pemerintah Daerah

Disinggung mengenai koordinasi bersama pemerintah, Nur Aini mengakui dulu pernah ada rapat di tingkat kabupaten yang intinya mengajak para pengusaha untuk ikut memperbaiki jalan.

Namun sangat disayangkan, hingga kini pemerintah daerah belum memberikan tindak lanjut nyata.

Kendati begitu, Nur Aini tidak mempermasalahkannya lebih jauh, karena memaklumi jika pemerintah kemungkinan memiliki agenda atau program prioritas lain.

Keluhan Warga: Sudah Lama Rusak Parah

Kusman, warga Desa Lombok Wetan, mengatakan jalan yang diperbaiki ini merupakan jalur vital penghubung antara Desa Lombok Wetan di Kecamatan Wonosari dengan Desa Pecalongan di Kecamatan Sukosari.

Sudah lama jalan tersebut rusak dan tak kunjung diperbaiki oleh instansi terkait, sehingga masyarakat akhirnya memilih berinisiatif urunan swadaya.

"Soalnya jalannya rusak parah. Kadang-kadang pengendara jatuh. Kalau musim hujan, airnya meluap ke jalan semua," ujar Kusman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, setiap hari warga bergotong royong secara bergantian.

Baca juga: Kota Malang Hanya Ada 3,44 Persen Ruang Terbuka HIjau, DPRD Matangkan Ranperda untuk Perluas Cakupan

Untuk urusan konsumsi, warga juga berswadaya mengirimkan nasi maupun kopi bagi para pekerja.

Demi hasil yang maksimal, beberapa orang sengaja disewa secara khusus untuk membantu perbaikan, utamanya mereka yang memang memiliki keahlian dalam bidang pengaspalan jalan.

Sementara untuk alat berat, warga menggunakan silinder milik Dinas Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso melalui pengajuan surat resmi, sedangkan alat berat pendukung lainnya disewa secara mandiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.