Tak Cuma Antrean di SPBU, Ojol di Kota Bogor Akui Pendapatan Harian Turun Usai BBM Pertamax Naik
Tsaniyah Faidah June 16, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tak cuma soal antrean menjadi lebih lama di SPBU karena banyak yang beralih ke Pertalite, ojek online (ojol) di Kota Bogor juga mulai merasakan turunnya pendapatan pasca BBM Pertamax naik dari Rp12.300 ke Rp16.250 per Liter.

Nampaknya banyak masyarakat sekarang mengerem pengeluaran setelah harga barang dan ongkos merangkak naik setelah kenaikan BBM nonsubsidi 10 Juni 2026 kemarin.

Hal ini dirasakan oleh Wahyu, salah satu ojol di Kota Bogor.

Saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com di warung kopi kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (16/6/2026), dia blak-blakan sambil penuh tawa soal kondisi saat ini.

Terpantau, Wahyu sendiri merupakan ojol yang menggunakan sepeda motor matik.

Dia mengenakan seragam jaket oranye dan pekerjaannya khusus untuk ojek antar makanan.

Wahyu mengatakan, dampak memang sudah dia rasakan dalam pendapatan hariannya yang menurun.

"Biasanya satset. Ini udah sejam belum ada orderan ini. Kemarin-kemarin mah, datang ke sini rokok belum abis udah ada orderan," kata Wahyu, Selasa (16/6/2026).

"Sehari dapet 100.000 aja udah alhamdulillah, sisanya minta ampun," imbuh dia.

Padahal, kata dia, ongkos jasa ojolnya sekarang sementara masih belum berubah, tidak ikut naik mengikuti kenaikan BBM Pertamax.

Dia menduga di tengah harga barang-barang naik sekarang, para orang tua yang punya anak juga memikirkan tahun ajaran baru Juli 2026 mendatang.

Sehingga banyak orang tua menghemat pengeluaran, fokus kumpulkan biaya untuk anak bersekolah di tengah ekonomi sulit ini.

Meski pendapatannya sebagai ojol menurun dari biasanya, Wahyu tak mau larut dalam keluhan.

Sejauh ini pun, kata dia, penurunan pendapatannya tidak begitu signifikan.

"Kalau kita sih dampak mah kerasa, tapi kalau komen juga siapa yang mau nolong," kata Wahyu.

"Kita ngeluh emang ada yang ngasih duit?," ungkapnya tertawa.

Antrean Panjang SPBU

Wahyu juga sambil tertawa menceritakan melonjaknya antrean pembeli Pertalite di SPBU-SPBU di Kota Bogor.

Hal ini terjadi diduga karena banyak pengguna Pertamax yang kini beralih ke Pertalite usai Pertamax naik ke Rp16.250 per Liter.

"Saya kemarin ngantre setengah jam lebih, gelo. Biasa ngederet ngatre gini (satu baris) jadi dua gini (dua baris)," katanya.

"Lama itu antre. Misal yang diantre Pertalite ini juga naek, udah lah itu mah," kata Wahyu tertawa.

Untungnya, kata dia, Pertalite masih bertahan di harga Rp10.000, sehingga pengeluaran bensin motornya masih tetap sama di tengah penurunan pendapatannya sekarang ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.