TRIBUNJABAR.ID, CIPATAT - Warga yang tengah sakit dan harus mendapatkan perawatan medis terpaksa ditandu sejauh 500 meter karena ambulans tidak bisa masuk sampai ke depan rumah.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Video detik-detik warga menandu wanita bernama Rina Fitri Yulianti (39) itu pun viral di media sosial.
Dari video yang beredar, terlihat dua orang pria memikul brankar pasien untuk kemudian dibawa ke ambulans yang terparkir di jalan utama.
Brankar adalah tempat tidur beroda yang dirancang khusus untuk memindahkan pasien yang sakit, cedera, atau tidak sadar.
Brankar tersebut diikat pada sebatang bambu panjang yang kemudian dijadikan tumpuan untuk memikul pasien sejauh 500 meter untuk sampai ke ambulans.
Warga pun terlihat silih berganti memikul pasien karena jarak yang harus ditempuh cukup jauh.
"Jadi ditandu itu karena memang ke sini enggak bisa diakses ambulans. Ditandunya itu sekitar 500 meter lebih menuju ambulans," kata Setiawan, Ketua RW 03, Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, KBB.
Setiawan menjelaskan, peristiwa viral itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) pagi.
Saat itu, Rina Fitri Yulianti harus segera mendapatkan perawatan medis karena terdapat masalah pada luka operasi yang telah dilakukan sepekan lalu di RSHS Bandung.
Seharusnya, Rina dijadwalkan kontrol pada hari Rabu (17/6/2026).
"Harusnya Rabu besok kontrol, tapi katanya jahitannya kebuka lagi jadi kemarin pagi itu dibawa lagi ke rumah sakit," jelas Setiawan.
Iwan menegaskan, warga yang harus ditandu sebelum dinaikkan ke ambulans bukan kali ini saja. Hal serupa sebelumnya pernah terjadi terhadap warga setempat yang memerlukan perawatan darurat.
"Jadi ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga udah sering. Apalagi kalau yang mau melahirkan kan ambulans enggak sampai sini, jadi digotong," tegasnya.
Di sisi lain, lanjut Setiawan, pihaknya telah beberapa kali mengajukan izin agar jalan yang biasa mereka gunakan dapat dilintasi kendaraan khususnya roda empat.
Namun, izin yang diajukan disebut belum dikabulkan oleh pemilik lahan yaitu PT KAI.
"Sudah diajukan supaya mobil bisa masuk, tapi belum sampai sekarang. Mudah-mudahan ke depannya ada solusi," tandasnya.
Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail turut mengkonfirmasi adanya peristiwa viral tersebut.
Adik ipar Selebritis sekaligua utusan khusus presiden, Raffi Ahmad itu telah mendapatkan laporan langsung dari pihak Desa Sumurbandung maupun camat Cipatat terkait adanya warga sakit yang harus ditandu untuk bisa dinaikkan ke ambulans tersebut.
"Kami telah melakukan pendalaman dan menerima laporan dari pihak desa dan kecamatan terkait video yang beredar warga Desa Sumur Bandung yang ditandu menuju ambulans karena akses menuju rumahnya berada di dalam gang dan tidak dapat dilalui kendaraan roda 4," kata Jeje, Selasa (16/6/2026).
Jeje pun mengkonfirmasi, jalan utama yang biasa digunakan warga merupakan lahan milik PT KAI dengan panjang sekitar 500 meter.
Jalan tersebut memiliki lebar yang terbatas hingga tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan roda empat.
Selain itu, Jeje mengkonfirmasi adanya pengajuan izin yang telah disodorkan warga ke PT KAI agar jalan tersebut diperkenankan untuk dilintasi mobil namun hingga kini belum dikabulkan.
"Pemda Bandung Barat akan terus berkoordinasi dengan Pemdes Kecamatan dan PT KAI untuk mencari solusi terbaik demi meningkatkan aksesibilitas masyarakat," tandasnya. (*)
Baca juga: Dramatis, Polisi dan Warga di Bandung Barat Gotong Pasien Gawat Darurat di Tengah Euforia Bobotoh