Tak Terima Dicap Pengkhianat Reformasi, Budiman Sudjatmiko Tantang Mahasiswa: Hidup Saya Tak Berubah
Vivi Febrianti June 16, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko tak terima dicap sebagai pengkhianat reformasi oleh mahasiswa.

Menurut budiman, dirinya tidak bergabung dalam pemerintahan yang dipimpin oleh diktator, melainkan hasil pemilu.

Apalagi kata Budiman, hidupnya juga tak banyak berubah secara materi sejak jadi menteri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam diskusi di Universitas Gadjah Mada, Senin (15/6/2026), Budiman dihampiri oleh sejumlah mahasiswa ke atas panggung.

Saat itu Budiman sedang menjadi pembicara diskusi bersama dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Namun diskusi itu berlangsung ricuh setelah ada mahasiswa yang naik ke atas panggung.

Dalam waktu sekejap saja, panggung yang awalnya diduduki tiga pejabat tersebut mendadak penuh dengan mahasiswa.

Mereka berteriak, membentangkan spanduk.

Bahkan Sudaryono mengaku mengalami pemukulan dan penyiraman air.

"Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat reformasi, semua di sini membicarakan pancasila," kata mahasiswa.

Menanggapi hal itu, Budiman pun mempertanyakan apa ukuran dirinya dikatakan sebagai pengkhianat reformasi.

Bahkan ia menantang mahasiswa untuk berdiskusi soal ini, dan ia akan jelaskan secara rinci.

Sebab menurut Budiman, kepemimpinan Prabowo-Gibran saat ini adalah hasil pemilu.

:Saya tidak bergabung pada sebuah pemerintahan diktatorial, saya bergabung pada sebuah pemerintahan yang sampai Februari tahun 2024, gak jelas menang atau nggak. Pak Prabowo ini," kata Budiman dikutip dari Kompas TV, Selasa (16/6/2026).

"Artinya saya bergabung pada sebuah pemerintahan yang bukan hasil bentuk kudeta atau apa, tapi hasil pemilu," jelasnya.

Menurut budiman, pemilu ini adalah hasil dari reformasi yang ia lakukan dulu saat jadi aktivis tahun 1998.

"Pemilu dan demokrasi adalah hasil dari reformasi. Kebetulan menang. Pertanyaannya di mana pengkhianatannya? Karena saya masuk di sebuah pemerintahan hasil demokrasi, pemilu," jelas Budiman lagi.

Baca juga: Diteriaki Pengkhianat oleh Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Saya Tidak Berubah!

Ia pun bahkan bertanya balik apa yang menjadikan dirinya dicap pengkhianat reformasi.

"Ukurannya apa? Justru itu hanya mungkin terjadi kalau terjadi diskusi atau dialog, debat dengan audiens, yang itu tidak sempat terjadi. Itu hanya bisa saya jawab kalau terjadi proses tanya jawab, tapi kan waktu itu belum sampai tahapan tanya jawab," katanya lagi.

Ia pun kemudian mencontohkan ucapan salah satu mahasiswa kepadanya di atas panggung.

"Bagus ada pertanyaan pakai bahasa Jawa, gini, 'Pak Budiman saya dulu mengidolakan Anda, tapi saya kecewa karena Anda meninggalkan kami. Meninggalkan orang miskin katanya, Trus penak poll jadi menteri ne Prabowo'," katanya menirukan ucapan mahasiswa itu.

Lalu kepada mahasiswa itu, Budiman menjelaskan kalau hidupnya tidak banyak berubah secara materi sejak jadi menteri Prabowo.

Bahkan ia mengaku masih konsisten mengatasi soal-soal kemiskinan.

"Saya bilang biasa saja saya jadi menteri Prabowo, hidup saya tidak banyak berubah secara material, dan saya masih setia mengatasi soal-soal kemiskinan, baik sejak saya jadi aktivis, jadi DPR, sekarang eksekutif, saya jawab seperti itu," tuturnya.

Namun ia pun menegaskan kalau hal itu hanya disampaikan kepada satu mahasiswa, dan kondisi seketika jadi ricuh.

"Tapi karena riuh, gak mungkin terjadi dialog yang dalam. Saya hanya melayani diskusi satu orang yang tepat berdiri di depan saya. Tapi karena riuh tapi gak tuntas juga," tandasnya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.