Bawang Putih di Lampung Tengah Melonjak, Harganya Kini Rp 40 Ribu per Kg
soni yuntavia June 16, 2026 10:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Pergerakan harga komoditas bumbu dapur di Pasar Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, terpantau bervariasi. 

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kedondong Pesawaran Masih Berfluktuasi

Berakhirnya musim panen raya hingga isu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax diprediksi bakal menjadi penentu ketidakstabilan harga ke depan.

Seorang pedagang di Pasar Bandar Jaya, Tumini, mengungkapkan bahwa mayoritas harga bumbu dapur saat ini sebenarnya cenderung mengalami penurunan berkat melimpahnya pasokan selama musim panen raya di wilayah Lampung Tengah.

Meski demikian, beberapa komoditas justru mulai merangkak naik, salah satunya adalah bawang putih.

Berdasarkan data langsung dari pedagang, berikut adalah rincian harga bumbu dapur per kilogram (kg) saat ini:

"Harga saat ini (per kg) cabai caplak Rp 70.000, cabai rawit Rp 60.000, cabai merah Rp 50.000, cabai hijau Rp 40.000, bawang merah Rp 40.000, bawang putih Rp 40.000 naik Rp 10.000," ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Menurut Tumini, dari sekian banyak bumbu dapur, bawang putih menjadi komoditas yang paling kentara mengalami lonjakan harga.

"Yang naik itu bawang putih. Sekarang Rp 40 ribu per kilo, padahal harga sebelumnya cuma Rp 30 ribu per kilogram," kata Tumini.

Sementara itu, untuk varian pedas, cabai caplak masih menjadi yang tertinggi dengan bertahan di angka Rp 70 ribu per kilogram tanpa ada tanda-tanda penurunan. 

Di sisi lain, bahan pokok dan bumbu dapur lainnya justru kompak melandai, rata-rata mengalami penurunan sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

Kestabilan harga yang dinikmati masyarakat Lampung Tengah saat ini disebut sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan musim. 

Namun, masa-masa harga landai ini diprediksi tidak akan bertahan lama.

Tumini menjelaskan bahwa pasokan barang dagangan di Pasar Bandar Jaya mayoritas masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

"Suplai barang dagang di sini asalnya dari Pulau Jawa, yang kemudian didrop dulu di Pasar Induk Kota Metro baru masuk ke Lampung Tengah," jelasnya.

Rantai distribusi yang cukup panjang ini membuat harga pangan sangat sensitif terhadap biaya transportasi. 

Tumini menambahkan, tidak menutup kemungkinan harga-harga bumbu dapur akan kembali melonjak dalam waktu dekat.

"Selain karena berakhirnya musim panen raya, rencana atau sentimen terkait kenaikan harga BBM (khususnya Pertamax) di sektor transportasi diprediksi akan langsung memicu kenaikan biaya logistik dari Jawa ke Sumatera, yang imbasnya pasti akan dibebankan pada harga jual di tingkat pedagang pasar," tutupnya.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.