Harga minyak dunia anjlok sekitar 4 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan awal terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran pembatasan maritim di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut memicu optimisme pasar karena dinilai dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global yang selama ini membayangi perdagangan minyak dunia.
Minyak mentah Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) tercatat mengalami penurunan tajam sekitar 4 persen seiring harapan pulihnya arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Para pelaku pasar bereaksi positif terhadap kemungkinan pulihnya arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling strategis di dunia.
Analis menilai penurunan tersebut mencerminkan meredanya premi risiko geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir membebani pasar energi global akibat meningkatnya tensi antara Iran dan AS.
Sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan telah merampungkan nota kesepahaman mengenai negosiasi akhir perang Iran-AS pada 14 Juni 2026, mengutip Al Mayadeen, Senin (15/6/2026).
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan seluruh operasi militer di berbagai wilayah, termasuk Lebanon, akan dihentikan secara permanen.
“Semua operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, akan segera berhenti dan secara permanen,” demikian pernyataan pihak Iran.
Iran juga memastikan blokade angkatan laut terhadap negaranya akan dicabut tanpa penundaan, yang dinilai menjadi perubahan besar dalam pengaturan keamanan maritim di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian dengan Iran telah selesai dan menyebutnya sebagai terobosan strategis.
“Selat Hormuz akan bebas secara permanen,” kata Trump.
Ia menyebut kesepakatan tersebut berhasil mencegah eskalasi konflik lebih jauh dan membuka babak baru hubungan antara Washington dan Teheran.
Negosiasi teknis lanjutan dijadwalkan berlangsung di Swiss menjelang penandatanganan resmi pada 19 Juni mendatang.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya turut berperan sebagai mediator bersama Qatar, Arab Saudi, dan Turki.
Menurut Sharif, kedua pihak telah menyetujui penghentian operasi militer secara permanen di seluruh kawasan konflik.
“Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua bidang, termasuk di Lebanon,” ujar Sharif.
Kesepakatan itu juga mencakup pencabutan blokade laut terhadap Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap di bawah pengaturan Iran.
Selain itu, Iran dan AS akan memasuki fase negosiasi lanjutan selama 60 hari untuk membahas pencabutan sanksi, status resolusi Dewan Keamanan PBB, program nuklir Iran, hingga mekanisme pembangunan ekonomi dan pengawasan implementasi kesepakatan.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!