BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Seorang buruh bangunan di Desa Semaras, Kecamatan Pulaulaut Barat, Kabupaten Kotabaru jadi korban pengeroyokan, Minggu (14/6/2026) malam.
Korban diletahui berinisial H, warga Jalan Patmaraga yang bekerja sebagai buruh bangunan untuk perbaikan sekolah di Desa Semaras.
Dari informasi yang beredar, korban mengalami luka serius. Luka akibat tebasan benda tajam menganga di punggung, kepala, dan tangan.
Kapolsek Pulaulaut Barat, AKP M Amir Hasan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut yang berlangsung sekitar pukul 20.00 wita.
Hingga saat ini, pelaku pengeroyokan di Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, masih belum terungkap.
Namun, polisi mulai mendapatkan informasi terkait motif kekerasan yang menimpa buruh bangunan berinisial H, setelah mengumpulkan keterangan dari korban.
Baca juga: Korban Ditusuk Saat Berupaya Melerai, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Pelaihari
Baca juga: Tenggelam di Saluran Irigasi Riam Kanan Martapura, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal
Diungkapkan AKP M Amir Hasan, informasi yang digali masih belum lengkap. Mengingat korban yang dimintai keterangan belum begitu nyaman diajak berkomunikasi, setelah mendapatkan sejumlah luka di badan akibat diserang dengan parang.
"Perkembangan sementara masih dalam lidik," ujar Amir saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).
Bersama personel lainnya, pengumpulan keterangan dari saksi terus dilakukan dan memburu para pelaku.
Terkait motif kejadian, Amir mengatakan karena selisih paham antara korban dan pelaku akibat di bawah pengaruh minuman dan berujung dendam.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan korban, H, ia diserang dua kali dengan waktu berbeda.
Pertama pada Sabtu (13/6/2026) malam. Saat H yang bekerja sebagai buruh bangunan ia mencari udang untuk umpan pancing. Ketika melintasi jembatan, ia dipanggil seseorang yang tidak ia kenal dan tengah duduk berdua. Laku diajak minum.
Saat selesai dan beranjak lebih dahulu pulang, ia kembali dipanggil salah satu kawan minum tersebut dan diserang dengan parang.
Malam itu H tetap memberikan perlawanan walaupun kalah, namun ia tetap bisa pulang ke pengerjaan sekolah untuk bekerja lembur.
"Malam berikutnya, kembali didatangi lima orang, ke tempat kerja, dan dua orang di antaranya menyerang dengan parang," ucap H.
Ia pun mengalami sejumlah luka, seperti di kepala, punggung dan lengan.
H yang diketahui sebagai warga Jalan Patmaraga ini pun harus dilarikan ke Rumah Sakut Jaya Sumitra untuk mendapatkan perawatan serius. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri)