Memilukan! Wanita Asal Bandung 3 Tahun Disekap dan Dianiaya Pacar, Begini Kisahnya
Saifullah June 17, 2026 12:37 AM

Pencarian panjang yang dilakukan sebuah keluarga di Kabupaten Bandung terhadap anggota keluarganya akhirnya berujung pilu. 

Seorang perempuan berinisial YTR (29), yang selama hampir tiga tahun tidak diketahui keberadaannya, ditemukan dalam kondisi luka berat.

YTR diduga menjadi korban penyekapan serta penganiayaan oleh pria yang disebut sebagai pacar atau kekasihnya.

Selama bertahun-tahun, keluarga berusaha mencari keberadaan korban yang mendadak menghilang sejak 2023. 

Berbagai cara dilakukan, mulai dari menghubungi kerabat hingga menyebarkan informasi melalui media sosial. 

Namun seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena keluarga memperoleh informasi bahwa korban bekerja di Jakarta.

Belakangan, informasi tersebut diduga sengaja dibuat untuk menutupi keberadaan korban yang ternyata diduga berada di sebuah rumah indekos di kawasan Kabupaten Bandung.

Adik korban, Syahrul Ulum mengaku, keluarganya sempat curiga lantaran komunikasi dengan sang kakak berubah drastis. 

Sebelum menghilang, korban dikenal rutin pulang ke rumah setiap pekan. 

Namun setelah menjalin hubungan dengan seorang pria yang dikenalnya di sebuah konser musik, komunikasi perlahan terputus hingga akhirnya hilang sama sekali.

Keluarga baru mengetahui kondisi korban setelah menerima kabar bahwa perempuan tersebut berada di rumah sakit dalam keadaan kritis. 

Korban awalnya dibawa ke rumah sakit oleh pemilik indekos bersama pria yang diduga pelaku.

Namun pria tersebut dikabarkan melarikan diri sebelum proses penanganan medis selesai.

Saat keluarga tiba di rumah sakit, mereka mendapati korban mengalami kondisi fisik yang sangat memprihatinkan. 

Sejumlah luka ditemukan di bagian kepala, wajah, dan kaki.

Sementara kemampuan berbicara serta berjalan juga mengalami gangguan. 

Korban bahkan dilaporkan mengalami gangguan penglihatan sehingga tidak dapat melihat secara normal.

Berdasarkan dugaan keluarga, korban mengalami kekerasan berulang selama berada bersama pelaku. 

Mereka menduga korban tidak diperbolehkan memegang telepon genggam sehingga sulit menghubungi keluarga maupun meminta pertolongan. 

Pelaku juga disebut sering berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari kecurigaan orang lain.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada kepolisian dan sedang dalam proses penyelidikan. Aparat memburu pria berinisial TH yang diduga menjadi pelaku utama dalam perkara tersebut.

Pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Mereka juga berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi korban yang mengalami kekerasan berkepanjangan tanpa diketahui keluarga maupun lingkungan sekitarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.