UPH Jadi Pusat Campus League The Nationals 2026, Dorong Lahirnya Atlet Masa Depan
Wahyu Septiana June 17, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi panggung utama penyelenggaraan Campus League Basketball The Nationals 2026, pada 7 hingga 13 Juni 2026.

Ajang ini mempertemukan tim-tim basket mahasiswa terbaik dari berbagai wilayah Indonesia.

Ajang nasional berlangsung di UPH Kampus Lippo Village, Tangerang, menjadi puncak rangkaian kompetisi Campus League Basketball 2026 setelah sebelumnya digelar di lima regional.

Sebanyak 18 tim terbaik yang berasal dari tujuh provinsi dan mewakili 13 perguruan tinggi ambil bagian dalam kompetisi ini.

Penyelenggaraan Campus League The Nationals 2026 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga kampus yang menghubungkan pendidikan, pembinaan atlet, hingga peluang karier di industri olahraga.

CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan konsep Campus League terinspirasi dari sistem olahraga kampus di Amerika Serikat melalui National Collegiate Athletic Association (NCAA).

Menurutnya, kompetisi olahraga perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi wadah pembinaan atlet muda Indonesia.

"Kalau bicara UPH, baik dari infrastruktur maupun campus life, semuanya sudah sangat diperhatikan. Dari sisi visi juga, mereka memberi penekanan besar pada olahraga. Buat kami, kemitraan ini terasa sangat natural," kata Ryan Gozali dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/6/2026).

Campus League Basketball The Nationals 2026 yang mempertemukan 18 tim terbaik hasil kompetisi di lima regional terdiri dari tujuh provinsi dan mewakili 13 perguruan tinggi di Indonesia.
Campus League Basketball The Nationals 2026 yang mempertemukan 18 tim terbaik hasil kompetisi di lima regional terdiri dari tujuh provinsi dan mewakili 13 perguruan tinggi di Indonesia. (Dok UPH)

UPH Punya Infrastruktur dan Lingkungan Pendukung

Menurut Ryan, pemilihan UPH sebagai lokasi penyelenggaraan karena lingkungan kampus yang mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh.

Ia menilai keberadaan kompetisi olahraga di lingkungan kampus dapat membangun rasa memiliki mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara atlet, almamater, dan komunitas pendukung.

“Fasilitas di UPH sangat memadai dan kami diberi kebebasan untuk berkreasi dalam mendesain venue dan jalannya kompetisi. Harapannya, orang-orang yang datang ke sini bisa melihat bagaimana UPH menjalankan semuanya, lalu pulang dengan inspirasi untuk melakukan hal yang sama demi kemajuan olahraga Indonesia,” ujar Ryan.

Sementara itu, bagi UPH, keterlibatan dalam Campus League menjadi langkah untuk memperkuat peran kampus sebagai tempat pengembangan potensi mahasiswa, termasuk dalam bidang olahraga.

Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM, mengatakan olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme mahasiswa.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal yang baik agar mahasiswa dapat memahami olahraga tidak hanya sebagai sebuah kompetisi, tetapi juga sebagai industri yang mampu memberikan manfaat dan dampak bagi banyak orang,” ujarnya.

Mahasiswa Jadi Atlet

UPH juga terus mengembangkan konsep student athlete, yakni mahasiswa yang mampu berjalan seimbang antara pendidikan dan prestasi olahraga.

Melalui berbagai program pendukung, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan di lapangan, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta kemampuan profesional.

Dr. Stephen Lester Metcalfe selaku Executive Director of UPH Sport, Head Coach Tim Basket Putra UPH Eagles, sekaligus Sports Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), menilai kehadiran Campus League membawa perubahan positif bagi perkembangan basket mahasiswa.

“Menurut saya, Campus League menaikkan standar dan membuat kompetisi menjadi lebih profesional. Saya rasa Campus League membawa semuanya ke level yang lebih tinggi. Ini bagus untuk keseluruhan sistem, dan bagus untuk basket di negeri ini. Jadi saya sangat menantikan bagaimana Campus League akan terus berkembang ke depannya,” ujar Coach Met.

Ia menjelaskan, pembinaan atlet di UPH tidak hanya berorientasi pada prestasi pertandingan, tetapi juga perkembangan pribadi mahasiswa.

“Kami ingin para pemain bertumbuh baik secara spiritual maupun fisik. Mereka harus mampu tampil maksimal secara fisik, tetapi juga menunjukkan karakter dan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan mereka,” jelas Coach Met.

Selain pembinaan atlet, UPH juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh industri olahraga melalui program akademi, pelatihan, hingga pengalaman magang di bidang sport management.

Tim basket putra dan putri Eagles Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menunjukkan kualitasnya di level mahasiswa pada ajang Campus League Basketball Regional Jakarta 2026.
Tim basket putra dan putri Eagles Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menunjukkan kualitasnya di level mahasiswa pada ajang Campus League Basketball Regional Jakarta 2026. (HO/Istimewa)

Kampus Jalan Menuju Level Profesional

Peran perguruan tinggi dalam mencetak atlet masa depan juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Banten, Tikky Suwantikno.

Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis dalam membangun jalur pembinaan atlet muda sebelum memasuki level profesional maupun tim nasional.

“Kampus merupakan wadah yang paling pas untuk pengembangan bola basket, khususnya bagi anak muda yang ingin melangkah ke level profesional atau Tim Nasional. Kampus harus menjadi wadah pengembangan olahraga di semua cabang,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas olahraga yang dimiliki UPH, khususnya lapangan basket yang digunakan dalam Campus League The Nationals 2026.

Menurutnya, dukungan fasilitas yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan latihan dan kompetisi yang ideal bagi para atlet muda.

Pengalaman Jadi Bekal Masa Depan

Pengalaman sebagai student athlete juga dirasakan langsung oleh Juan Laurent Kokodiputra, pebasket profesional sekaligus alumni Program Studi Manajemen UPH angkatan 2013 dan mantan pemain UPH Eagles.

Menurut Juan, menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dalam mengatur waktu dan tanggung jawab.

“Menjadi student athlete itu tidak gampang. Cara membagi waktu antara kuliah dan bola basket harus seimbang. Akademiknya harus bagus, tetapi olahraga juga harus berkembang,” ungkap Juan.

Ia berharap para atlet muda dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk berkembang tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga pendidikan.

“Campus League bisa menjadi kesempatan untuk mewakili Indonesia di level internasional. Akademis harus bagus, bola basket juga harus bagus. Semoga kalian bisa menjadi generasi berikutnya yang mengharumkan nama Indonesia,” pesannya.

Campus League Basketball The Nationals 2026 yang mempertemukan 18 tim terbaik hasil kompetisi di lima regional terdiri dari tujuh provinsi dan mewakili 13 perguruan tinggi di Indonesia.
Campus League Basketball The Nationals 2026 yang mempertemukan 18 tim terbaik hasil kompetisi di lima regional terdiri dari tujuh provinsi dan mewakili 13 perguruan tinggi di Indonesia. (Dok UPH)

Melalui penyelenggaraan Campus League Basketball The Nationals 2026, UPH menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga kampus di Indonesia.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri olahraga diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi atlet berprestasi sekaligus profesional yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Berita Lainnya

Baca juga: TRANSFER Masuk Persebaya: Kejutan 5 Jagoan Lokal Datang Berbarengan, Gerak Senyap Berbuah Hasil

Baca juga: PERSIB Incar 2 Bintang Eropa, Salah Satunya Bek yang Pernah Cetak Gol di Depan Declan Rice

Baca juga: Ramadan Sananta Berpisah dengan Klub Brunei, Kapten Persija Beri Kode Kepindahannya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.