Nganjuk Darurat Kecelakaan Lalu Lintas: Tembus 705 Kasus dalam 5 Bulan, 325 Pelajar Jadi Korban
Sudarma Adi June 17, 2026 01:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK – Jalan raya di wilayah Kabupaten Nganjuk kian rawan dan memprihatinkan. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk mencatat adanya lonjakan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama periode Januari hingga Mei 2026.

Hal yang paling menyita perhatian adalah tingginya persentase kelompok usia produktif dan pelajar yang terperangkap menjadi korban di aspal jalanan.

Guna meredam tren berdarah di Kota Angin ini, Satlantas Polres Nganjuk kini tengah bergerak cepat menyusun strategi intervensi. Polisi memastikan tidak akan berjalan sendiri, melainkan bakal merangkul berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), pihak sekolah, hingga komunitas masyarakat sipil.

Baca juga: Polres Nganjuk Lakukan Penyekatan di 5 Titik Perbatasan saat Malam 1 Suro, Antisipasi Keamanan

Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Afandy Dwi Takdir, menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi berkala di lapangan, mayoritas pemicu kecelakaan fatal selalu berkolerasi langsung dengan rendahnya kesadaran berkendara dan adanya pelanggaran lalu lintas yang disengaja.

"Kami sangat mengharapkan peran aktif dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk bersama-sama menjaga, menghormati, serta mematuhi ketertiban berlalu lintas. Sinergi ini mutlak diperlukan agar kita bisa menekan ego di jalan dan meminimalkan angka kecelakaan," ujar AKP Afandy saat memberikan keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).

Afandy membeberkan, beberapa ikhtiar taktis yang kini masif digulirkan kepolisian meliputi pelaksanaan forum diskusi berkala bersama instansi terkait, penggandengan guru dan orang tua untuk edukasi keselamatan, pemberian teguran persuasif, hingga tindakan hukum represif bagi pengguna jalan yang tetap membandel.

Data Sungguh Miris: 325 Pelajar Masuk Daftar Korban

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, menjabarkan data kuantitatif yang cukup mencengangkan dari ruang unit penegakan hukum. Sepanjang lima bulan pertama di tahun 2026, total insiden tabrakan di Nganjuk telah menyentuh angka 705 kasus.

Dari ratusan kejadian tersebut, dampak fatalitasnya mengakibatkan sebanyak 1.425 orang harus menjadi korban di jalan raya.

Baca juga: Bupati Nganjuk Kang Marhaen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan saat Lantik 4 Pejabat Eselon II

"Jika dibedah berdasarkan latar belakang profesinya, korban paling banyak berasal dari kalangan karyawan swasta, yakni mencapai 734 orang. Namun yang membuat kami miris, posisi kedua justru ditempati oleh kelompok anak sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan total 325 pelajar," ungkap Ipda Wahby secara rinci.

Tingginya angka keterlibatan pelajar ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan para orang tua di Nganjuk terkait pengawasan pemberian izin membawa kendaraan bermotor bagi anak di bawah umur.

Pihak Satlantas Polres Nganjuk menegaskan akan terus mengoptimalkan sisa waktu di tahun ini untuk menggencarkan sosialisasi safety riding langsung ke lembaga-lembaga pendidikan. Polisi mengimbau masyarakat luas agar selalu menjaga konsentrasi, memakai perlengkapan keselamatan standar, dan menjadikan tertib berlalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup demi melindungi diri serta pengguna jalan lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.