Renungan Katolik Rabu 17 Juni 2026, Bapamu yang Melihat
Gordy Donovan June 17, 2026 08:39 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 17 Juni 2026.

Tema renungan katolik "Bapamu yang melihat” disiapkan untuk hari biasa pekan XI Tahun A.

Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Rabu: 2Raj 2:1.6-14; Mzm 31:20.21.24; Mat 6:1-6.16-18 dan BcO Hag 1:1-2:9.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 17 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama:

Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Sungai Yordan.” Jawab Elisa: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya.

Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi Sungai Yordan.

Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

Sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”

Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian; dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Ketika Elisa melihat itu, ia berteriak: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Lalu ia tidak melihat Elia lagi. Kemudian ia merobek pakaiannya menjadi dua koyakan.

Sesudah itu ia memungut jubah Elia yang terjatuh, lalu berjalan kembali dan berdiri di tepi Sungai Yordan.

Ia mengambil jubah Elia itu, memukul air sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Maka air itu terbelah ke sebelah sini dan ke sebelah sana, lalu menyeberanglah Elisa.

Mazmur Tanggapan:

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Bacaan Injil Katolik:

P: Inilah Injil karangan Matius 6:1-6.16-18.
U: Dimuliakanlah Tuhan. 

"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Bapamu yang melihat”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini kita diajak untuk merenungkan relasi pribadi dengan Allah yang melihat hati manusia. Bacaan pertama menyingkapkan bagaimana Elisa menerima roh kenabian dari Elia, bukan karena tampilan luar, melainkan karena kesetiaan dan kerendahan hatinya. Injil menekankan bahwa Bapa yang melihat dalam sembunyi akan membalas, sehingga doa, puasa, dan amal bukanlah untuk pamer, melainkan untuk relasi yang tulus dengan Allah.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan pertama ini (2Raj. 2:1.6-14) ada peristiwa pengangkatan Elia dan penerusan tongkat kenabian kepada Elisa menunjukkan bahwa karya Allah tidak berhenti pada satu pribadi. Elisa menerima roh Elia karena ia setia mengikuti gurunya hingga akhir. Hal ini menegaskan bahwa kuasa Allah bekerja melalui hati yang rendah dan taat, bukan melalui ambisi pribadi. Sedangkan dalam bacaan Injil (Mat. 6:1-6.16-18) Yesus menegur praktik keagamaan yang hanya mencari pujian manusia. Ia menekankan bahwa amal, doa, dan puasa harus dilakukan dengan hati yang murni. Bapa yang melihat dalam sembunyi akan memberikan ganjaran, sebab yang penting bukanlah penampilan luar, melainkan ketulusan hati di hadapan Allah. Poin refleksi kita adalah“Kesetiaan Elisa”: Elisa menerima roh kenabian karena kesetiaannya mengikuti Elia. Kesetiaan dalam hal kecil membuka jalan bagi rahmat besar. Kita pun dipanggil untuk setia dalam tugas sehari-hari agar Allah mempercayakan karya-Nya kepada kita. “Ketulusan hati”: Yesus menekankan bahwa doa, puasa, dan amal harus dilakukan dengan hati yang murni. Relasi dengan Allah tidak membutuhkan panggung, melainkan keheningan hati yang tulus. “Allah yang melihat”: Bapa melihat apa yang tersembunyi. Inilah penghiburan bagi kita: meski dunia tidak menghargai, Allah mengenal dan membalas setiap kebaikan yang dilakukan dengan kasih.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama, kesetiaan kita akan membuka jalan bagi rahmat Allah dalam hidup dan tugas kita. Kedua, ketulusan hati adalah inti dari doa, puasa, dan amal. Ketiga, Allah yang melihat dalam sembunyi akan membalas dengan kasih yang melampaui segala pujian manusia. Tuhan memberkati kita.

. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.