Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Rencana demonstrasi yang sebelumnya diumumkan melalui sejumlah pamplet dan pesan berantai yang mengatasnamakan kelompok mahasiswa “Unpatti Bersatu” maupun “Gerakan Reformasi” belum terlihat berlangsung, Rabu (17/6/2026).
Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 09.10 WIT, ruas jalan dari depan Hotel Santika menuju kawasan Gong Perdamaian yang disebut sebagai lokasi aksi masih tampak sepih dari konsentrasi massa.
Aktivitas lalu lintas berjalan normal dan belum terlihat adanya konsentrasi massa sebagaimana yang tercantum dalam surat himbauan dan materi publikasi yang beredar.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Gong Perdamaian yang direncanakan menjadi salah satu titik aksi.
Hingga pukul 11.00 WIT, lokasi Gong Perdamaian masih tampak sepi dari peserta demonstrasi maupun aktivitas massa dalam jumlah besar.
Sementara itu, aparat kepolisian ramai duduk di Polsek Sirimau yang terletak di depan Gong Perdamaian sebagai titik aksi.
Di sana tampak pula Wakapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama puluhan personel lainnya berada di markas tersebut.
Terlihat pula, TV di Polsek Sirimau dikeluarkan ke bagian depan Polsek dan sementara aparat kepolisian menonton siaran langsung pertandingan Piala Dunia secara bersama-sama sembari tetap berada di lokasi.
Baca juga: Ratusan Fans di Ambon Nobar Penuh Ketegangan, Messi Bawa Albiceleste Unggul 1-0 Babak Pertama
Baca juga: 17 Juni 2026 Jadi Hari Hoki, 4 Zodiak Ini Diprediksi Panen Keberuntungan dan Rezeki
Sebelumnya, beredar surat himbauan tertuliskan ajakan untuk masyarakat berpartisipasi dalam aksi damai dengan sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional, antara lain penurunan harga BBM, stabilitas nilai tukar rupiah, serta penurunan harga kebutuhan pokok.
Selain itu, beredar pula materi publikasi dari kelompok yang menamakan diri “Gerakan Reformasi “ dengan tajuk “Seruan Aksi Reformasi Jilid II”.
Dalam edaran tersebut, masyarakat, mahasiswa, pemuda, organisasi kepemudaan, Komunitas, organisasi kemahasiswaan, LSM, dan insan pers diajak bergabung dalam aksi yang disebut sebagai “ Reformasi Jilid II Dari Timur Untuk Indonesia “.
Berdasarkan isi edaran yang beredar, aksi direncanakan dimulai pada pukul 09.00 WIT, dengan titik kumpul di depan Hotel Santika Ambon, dilanjutkan long march menuju Gong Perdamaian dan Kantor Gubernur Maluku sebagai titik aksi.
Edaran tersebut juga menyoroti Berbagai isu nasional dan daerah, mulai dari persoalan ekonomi hingga sejumlah isu yang disebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat Maluku.
Dalam materi publikasi turut dicantumkan sejumlah nama organisasi dan kelompok yang diklaim tergabung dalam gerakan tersebut.
Belum diketahui apakah agenda aksi mengalami penundaan, perubahan jadwal, atau belum dimulai.
Hingga saat ini juga belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang mengatasnamakan “Unpatti Bersatu“ maupun “Gerakan Reformasi” terkait perkembangan rencana aksi tersebut.
Upaya konfirmasi ke pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda. Janet Luhukay, hingga kini belum direspon. (*)