Breaking News: Mahasiswa Unair dan Unesa Bakal Demo di Grahadi Hari Ini, Soroti MBG hingga UU Polri
Samsul Arifin June 17, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Ksatria Airlangga yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) bersama Aliansi Mahasiswa Unair akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6/2026).

Aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 400 hingga 500 mahasiswa yang akan menyampaikan 16 tuntutan kepada pemerintah.

Ini merupakan rangkaian demo mahasiswa di Indonesia pada pertengahan Juni 2026 berlangsung serentak di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Surabaya. 

Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo–Gibran, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta kenaikan harga BBM. 

Demonstrasi ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Selain mahasiswa Unair, aksi tersebut juga terbuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain yang ingin bergabung.

BEM Unair menyebut aksi di Grahadi tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan nasional yang dinilai perlu mendapatkan perhatian bersama.

Aksi dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unair. Massa juga akan membawa berbagai isu yang berkaitan dengan demokrasi, pemberantasan korupsi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga perlindungan hak-hak sipil.

Baca juga: 16 Tuntutan Demo BEM Unair dan BEM SI Jatim di Surabaya, Presiden BEM Unair: Negara Sedang Tak Baik

Lokasi Demo di di Indonesia

  • Jakarta (12–15 Juni 2026): Demo di Istana Kepresidenan, DPR/MPR RI, Bundaran HI, dan Kwitang Raya.
  • Bandung (15 Juni 2026): Aksi di Gedung DPRD Jawa Barat dan kantor Bank Indonesia Jabar.
  • Yogyakarta (12 Juni 2026): Mahasiswa turun ke jalan membawa isu Reformasi Jilid 2.
  • Medan & Semarang (15 Juni 2026): HMI dan aliansi mahasiswa menggelar aksi di titik sentral kota.
  • Surabaya (17 Juni 2026): Demo di Gedung Negara Grahadi oleh BEM Seluruh Indonesia Jawa Timur.

BEM Unair Soroti 16 Isu Nasional

Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan, mengatakan sekitar 400 hingga 500 mahasiswa dipastikan mengikuti aksi tersebut. Pihaknya juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari kampus lain untuk ikut menyuarakan aspirasi.

"Insyaallah nanti ada 400 sampai 500 yang akan datang dari teman-teman Unair. Cuma nanti barangkali ada kampus lain yang akan bergabung juga, kami sangat terbuka," ujarnya.

Menurut Rizqi, terdapat 16 tuntutan yang akan dibawa dalam aksi. Namun, dua isu utama yang menjadi fokus massa adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut penguatan integritas dan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat, hingga penghentian tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil.

Tuntutan lainnya meliputi penolakan militerisme, jaminan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers, pembebasan tahanan politik, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik serta tenaga kesehatan, hingga penghentian praktik eksploitasi buruh dan diskriminasi gender di dunia kerja.

Berikut 16 tuntutan BEM Unair dan Aliansi Mahasiswa Unair yang akan dibawa dalam aksi di Grahadi pada 17 Juni 2026 :

  • Menuntut penguatan integritas dan independensi KPK.
  • Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat.
  • Menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.
  • Menghentikan budaya antikritik dan menjamin kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi.
  • Mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pejabat pemerintahan.
  • Mengusut tuntas kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu yang melibatkan Kementerian ESDM.
  • Menghentikan proyek-proyek ekstraktif yang merusak ruang hidup masyarakat serta memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan.
  • Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.Mengembalikan independensi Bank Indonesia dengan mengutamakan kompetensi dan keahlian moneter dalam struktur kepemimpinannya.
  • Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil.
  • Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan.
  • Menuntut pemerataan akses dan fasilitas kesehatan serta pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • Menghentikan praktik eksploitasi buruh serta segala bentuk diskriminasi gender di dunia kerja.
  • Menghentikan segala bentuk represivitas terhadap pers dan menjamin kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
    Grahadi Dipilih sebagai Simbol Penyampaian Aspirasi

Rizqi menjelaskan pemilihan Gedung Grahadi sebagai lokasi demonstrasi bukan semata-mata untuk bertemu pejabat pemerintah.

Menurutnya, tujuan utama aksi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang dinilai tengah dihadapi Indonesia.

"Jadi kami memang tidak mengincar bahwa nanti akan ada pejabat yang turun untuk menandatangani apapun itu di Grahadi. Kami mengincar bahwasanya nanti masyarakat Surabaya akan tahu dan akan lebih sadar bahwasanya negara hari ini itu sedang tidak baik-baik saja," katanya.

BEM Unesa Nyatakan Bergabung

Sementara itu, Presiden BEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Birbik Arya Fairuzzamani, menyatakan pihaknya juga akan mengerahkan massa mahasiswa untuk bergabung dalam aksi di Grahadi.

Ia mengatakan koordinasi antara BEM Unesa dan BEM Unair telah dilakukan, termasuk terkait substansi tuntutan yang akan disampaikan.

"Iya inshaallah (demo di Grahadi), kami sudah konsolidasi dengan BEM Unair. Terkait tuntutannya juga," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.