Warga Tinerungan Lingkungan 2 Pinasungkulan Bitung Minta Tolong ke Presiden Prabowo Terkait Hal Ini
Dewangga Ardhiananta June 17, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Puluhan warga Tinerungan Lingkungan 2, Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pulang dengan kekecewaaan, Senin (15/6/2026).

Mereka sempat mengikuti rapat atau pertemuan yang digagas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, di ruang rapat lantai 2 Favehotel Bitung, Jalan Sam Ratulangi.

Terkait dengan Koordinasi Pengoperasian Jalan Khusus Milik PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), yang digagas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut.

Jalan tersebut telah dipinjamkan oleh PT MSM-TTN ke BPJN Sulut untuk dipergunakan, menindaklanjuti adanya kejadian jalan terputus pada ruas jalan nasional Likupang-Girian (Bitung) di STA 26+900, di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

Puluhan warga Tinerungan Lingkungan 2, Kelurahan Pinasungkulan
WARGA TOLAK - Puluhan warga Tinerungan Lingkungan 2, Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulut pulang dengan kekecewaaan, Senin (15/6/2026). Mereka sempat mengikuti rapat atau pertemuan yang digagas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, di ruang rapat lantai 2 Favehotel Bitung, Jalan Sam Ratulangi.

Titik jalan yang putus ini tepat menghadap di Pit Araren PT MSM-TTN.

Pasca ruas jalan nasional Likupang -Girian (Bitung) di STA 26+900, di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, yang rusak dan putus.

Mereka kecewa dengan hasil rapat, di mana jalan tersebut akan difungsionalkan.

Padahal ada kesempatan tertulis antara pihak perusahan, warga dan pemerintah kelurahan belum akan membuka jalan itu sebelum pindah kampung tuntas.

Amatan jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere, dalam rapat itu sempat berlangsung panas.

Apalagi dengan kehadiran dua kubu warga yang tidak setuju dan setuju jalan buatan PT MSM-TTN dibuka.

Masing-masing kubu sempat melontarkan penyampaian.

Puncaknya ketika saat Kepala BPJN Handiyana berbicara yang terakhir kalinya, perwakilan masyarakat yang menolak jalan dibuka Pendeta (Pdt) Stevenus Sumolang bilang ke Kepala Balai.

"Maksudnya kami sudah tidak diberikan kesempatan berdialog?," tanya Pdt Stevanus Sumolang kepada Kepala BPJN Handiyana saat berbicara.

Steven Sumolang lalu bereaksi akan mengatakan akan membuat laporan tertulis pihak Kepolisian, bahwa pihak Balai Jalan harus bertanggungjawab terhadap jalan yang rusak dan putus itu.

Saat berjalan keluar ruangan, mereka menunjukkan kekecewaan dengan mengatai pihak perusahan, pemerintah dan balai jalan.

"Balai jalan bela perusahan. Damai di hati kacau di Tinerungan ini, kacau mania. Siapkan saja petugas di sana pak," ucap beberapa warga perempuan dengan nada kecewa atas hasil rapat itu.

Diwawancara saat dari mulai turun tangga lantai 2 ke lantai 1 sampai ke lobi hotel, perwakilan warga Tinerungan Lingkungan 2 Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Bitung Pdt Steven Sumolang bilang, "Harus menjadi suara rakyat karena rapat tersebut sepihak," kata dia kepada Jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere.

Balai Jalan memaksakan jalan buatan PT MSM-TTN dibuka.

Balai Jalan dinilai tidak mampu memberikan data-data, seperti verfikasi jalan atau tidak.

Kemudian, menurut Sumolang masyarakat balai jalan dalam hal ini, diduga ada hal terselubung dengan pihak perusahan MSM.

"Kami masyarakat akan mensuarakan ini dengan menghadirkan massa yang lebih banyak. Supaya balai jalan perlu diverfikasi cara mereka melaksanakan, project dan mengizinkan masyarakat menggunakan jalan itu. Jangan ada indikasi pemecah belah," kata Stevanus Sumolang.

Sembari menyebut nama Presiden RI Prabowo terbaik, ia akan menyuarakan ini sampai ke pusat.

"Kami masyarakat tidak akan membuka jalan itu sebelum ada penyelesaian dengan masyarakat," tegasnya lagi di lobi hotel Fave Bitung.

"Bapak Prabowo Presiden yang terbaik, tolong lihat masyarakat Pinasungkulan," sambung seorang warga perempuan dengan nada kecewa.

Kembali, Sumolang menegaskan apa yang diputuskan terkait jalan akan difungsionalkan atau dibuka merupakan keputusan sepihak.

Menurutnya, alasan penggunaan narasi Negara dan hukum untuk kemanusiaan, anomali dengan kondisi dan keadaan masyarakat Tinerungan Lingkungan 2, Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

"Masyarakat bertahun-tahun (diulang sampai 3 kali), menanggung penderitaan," tambahnya.

Pihaknya akan turun ke jalan sebagai bentuk protes.

(TribunManado.co.id/Crz)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.