Thomas Tuchel memang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak bersama Timnas Inggris, namun masa depannya dalam jangka panjang tetap bergantung pada performa di panggung dunia. Meski kontrak baru tersebut dirancang untuk bertahan hingga Euro 2028, ternyata Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah melindungi dirinya dengan sejumlah ketentuan khusus.
Klausul kinerja menjadi ultimatum Piala Dunia
FA telah mengonfirmasi bahwa masa jabatan Tuchel sebagai pelatih Inggris dapat berakhir lebih cepat jika The Three Lions gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia musim panas ini yang akan digelar di Amerika Utara. Walaupun pelatih asal Jerman itu menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun pada bulan Februari, kesepakatan tersebut sangat bergantung pada pencapaian timnya di turnamen mendatang.
Kepala eksekutif FA, Mark Bullingham, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memasukkan “klausul kinerja” dalam kontrak tersebut. Hal ini memberi FA kewenangan untuk melakukan perubahan di kursi pelatih jika kampanye di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada berakhir dengan kegagalan. Berbicara di markas tim di Kansas City, Bullingham menyatakan: “Ada klausul kinerja di setiap kontrak di FA, tetapi saya tidak akan menjelaskan detailnya.”
Alasan FA bertindak sebelum turnamen dimulai
Keputusan memperpanjang kontrak Tuchel sebelum Piala Dunia dimulai merupakan langkah strategis untuk menghindari gangguan. Jika FA menunggu hingga turnamen berlangsung, Tuchel akan memasuki kompetisi dengan kontrak yang habis tepat setelahnya, yang bisa menimbulkan spekulasi besar tentang masa depannya dan ketertarikan dari klub-klub top Eropa.
Bullingham membela waktu pengumuman perpanjangan tersebut dengan menjelaskan bahwa pelatih sekelas Tuchel tidak akan tersedia di pasar terlalu lama. “Faktanya, dia adalah pelatih kelas atas yang pasti diminati banyak pihak, dan kami tahu kami memiliki seseorang yang telah melakukan pekerjaan luar biasa. Kami tidak bisa berharap dia hanya menunggu dan melihat bagaimana hasilnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa untuk turnamen besar di kandang seperti Euro 2028, FA menginginkan pelatih yang “sudah berpengalaman dan pernah melaluinya.”
FA tetap mengendalikan masa depan
Selain perlindungan lewat klausul kinerja jika hasil memburuk, FA juga yakin mereka bisa mencegah Tuchel meninggalkan tim untuk bergabung dengan klub lain. Ketika ditanya apakah ada klausul pemutusan kontrak yang memungkinkan Tuchel pergi atas keinginannya sendiri, Bullingham menegaskan posisi kuat FA dalam hal ini.
“Kami bisa menahan dia sesuai kontrak,” tegas Bullingham, menandaskan bahwa FA berniat mempertahankan Tuchel selama tim mencapai target yang ditetapkan. Untuk saat ini, pelatih asal Jerman tersebut masih menjadi sosok yang dipercaya untuk mengakhiri puasa gelar panjang Inggris, namun jaminan hingga Euro 2028 hanya akan berlaku jika hasil di Amerika Utara bulan ini sesuai harapan.
Tekanan meningkat meski awal sempurna
Catatan statistik Tuchel sejak mengambil alih kursi pelatih sejauh ini sempurna. Mantan pelatih Chelsea itu memenangkan delapan pertandingan kompetitif tanpa kebobolan satu gol pun.
Namun, pilihan pemainnya tidak lepas dari kontroversi. Para pendukung sebelumnya bereaksi dengan “keterkejutan, sindiran, dan ketidakpercayaan” setelah Tuchel mendapat kritik gaya permainan usai menyingkirkan pemain seperti Adam Wharton dan Jack Grealish pada jendela pertandingan sebelumnya.
Walau ada kekecewaan dari luar, fokus internal skuad tetap tertuju sepenuhnya pada Grup L. Timnas Inggris akan memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Kroasia pada hari Rabu, sebelum menghadapi Ghana dan Panama di laga berikutnya.
Sejauh mana Inggris akan melangkah di Piala Dunia?