Sepatu Tarian Terakhir Lionel Messi saat Hattrick ke Gawang Anak Zidane Disorot, Apa Artinya?
Fitriadi June 17, 2026 12:39 PM

 

BANGKAPOS.COM - Lionel Messi jadi sorotan setelah mencetak hattrick pada laga perdana Timnas Argentina menghadapi Aljazair pada Grup J Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat pada Rabu (17/6/2026) pagi WIB.

Pemilik delapan penghargaan Ballon d'Or ini sukses mencetak gol pada menit 17, 60 dan 76, ke gawang Luca Zidane yang juga merupakan anak kandung legenda Real Madrid Zinedine Zidane.

Gol pertama Messi dicetak melalui tendangan terukur dari luar kotak penalti, lalu untuk gol kedua La Pulga mampu memanfaatkan bola liar dan menyarangkannya ke sudut kiri gawang.

Sedangkan untuk gol ketiga memanfaatkan umpan cut back Nico Gonzalez, membuat Messi melepaskan sepakan keras ke sisi kanan usai mengontrol bola dengan hanya dua sentuhan.

Ada satu hal yang disorot pada penampilan Messi di laga ini.

Sorotan paling mencolok adalah sepatu yang digunakan sang megabintang ketika beraksi membobol gawang Aljazair kawalan Luca Zidane yang tak lain putra dari Zinedine Zidane.

Dari 11 pemain starter Argentina saat menghadapi Aljazair, La Pulga julukan Messi, menggunakan warna sepatu paling berbeda.

Saat semuanya menggunakan warna sepatu pink dari beragam brand, Messi menjadi pembeda dengan sepatu warna putihnya.

Menukil dari laman Globo, pemain Argentina bernomor punggung 10 ini khusus menggunakan sepatu yang diproduksi Adidas.

Sepatu seri El Ultimo Tango yang berarti Tarian Terakhir, memang khusus diciptakan untuk Lionel Messi.

Sepatu ini memiliki dasar warna putih dengan kombinasi biru, sebagai referensi timnas Argentina, yang menggaaungkan elemen emas sebagai sentuhan khusus terhadap desainnya.

Warna emas ikonik masih ada tetapi akan berfungsi sebagai warna aksen mewah, digunakan bersama detail Biru Langit untuk memberi penghormatan kepada Albiceleste.

Fitur utama yang menonjol adalah eksekusi Tiga Garis yang bergaya. 

Garis-garis tersebut tajam, agresif, dan terintegrasi sempurna ke bagian atas, menyerupai sepasang "cakar."  Ini memberikan sepatu tampilan yang sangat halus namun sangat kuat.

Pilihan ini membuat Messi menonjol di tengah gelombang model berwarna merah muda yang diadopsi oleh sebagian besar atlet di Piala Dunia 2026.

Demam Sepatu Pink Piala Dunia 2026

Dikutip dari TBS News, dominasi sepatu berwarna pink pertama kali muncul di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, dominasi warna pink itu bukan suatu kebetulan.

Dilansir dari BBC, lembaga peramal tren konsumen WGSN telah memprediksi bahwa warna electric fuchsia akan menjadi salah satu warna dominan pada musim panas 2026.

Menurut perusahaan tersebut, warna electric fuchsia adalah perpaduan warna cerah antara merah muda dan ungu.

Belum dikonfirmasi seberapa besar pengaruhnya terhadap para desainer sepatu ini.

Namun, tahun ini, tiga merek olahraga global terkemuka itu, Nike, Adidas, dan Puma memilih desain sepatu berwarna merah muda yang mencolok untuk koleksi terbaru mereka di Piala Dunia 2026.

Seabrek rekor dibukukan Lionel Messi berkat capaian hattricknya dalam kemenangan Argentina atas Aljazair pada Grup J Piala Dunia 2026. Tetapi sepatu Messi menjadi anomali!

Bagaimana tidak, di tengah gempuran sepatu pink atau merah muda di Piala Dunia 2026, Lionel Messi justru tampil mencolok dengan warna berbeda di kakinya, Rabu (17/6) di Arrowhead Stadium.

Walhasil, Messi sebagai satu-satunya pemain Argentina yang tidak memakai sepatu berwarna merah muda di laga melawan Aljazair, menorehkan capaian istimewa.

Rekor Baru Messi

Tiga gol Lionel Messi yang mengoyak gawang Aljazair kawalan Luca Zidane yang tak lain putra dari Zinedine Zidane, menghasilkan serangkaian rekor, di antaranya:

1. Pemain tertua sepanjang sejarah Piala Dunia yang mencetak hatrrick dalam satu pertandingan (38 tahun 357 hari). Capaiannya itu memecahkan rekor Cristiano Ronaldo pada Piala Dunia edisi 2018 (33 tahun 130 hari)

2. Lionel Messi menyamai jumlah gol Miroslav Klose (Jerman) sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia. Keduanya mengemas 16 gol

3. Lionel Messi juga menorehkan gol ke-914 nya dalam upaya mengejar Cristiano Ronaldo yang mematok 100 lesakan.

4. Lionel Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol ke gawang 11 negara berbeda, melampaui Jurgen Klinsmann, Ronaldo Nazario, dan Miroslav Klose yang masing-masing menjebol 10 negara peserta Piala Dunia.

Berpeluang Besar Pertahankan Gelar

Kemenangan menjadi awal menjanjikan bagi Messi cs untuk back to back kampiun World Cup edisi 23 ini.

Kiprah Lionel Messi di Piala Dunia 2026 jelas menjadi sesuatu yang paling ditunggu.

Satu di antara alasannya usaha La Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara.

"Peluang Argentina untuk juara cukup besar, apalagi jika dilihat dari grupnya saja sudah sangat menguntungkan," terang Arnan Binafsihi dalam Podcast Super Taktik Tribunnews di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Dalam pemanggilan skuad juga diisi nama-nama yang berpengalaman seperti Lionel Messi hingga Dibu Martinez."

"Secara komposisi skuad ini merupakan salah satu skuad Argentina terbaik," ujarnya.

Dan terbukti, Argentina mengawali perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan sempurna.

Kemenangan menjadi awal menjanjikan bagi Messi cs untuk back to back kampiun World Cup edisi 23 ini.

Samai Rekor Miroslav Klose

Fakta lainnya, tiga gol yang dicetak Lionel Messi ke gawang Aljazair membuatnya menyamai rekor gol terbanyak milik Miroslav Klose, dengan total 16 gol sepanjang perhelatan Piala Dunia.

Ketua Asprov PSSI Bangka Belitung Mintra Jaya pun mengakui Argentina, menjadi calon kuat untuk dapat meraih trofi Piala Dunia 2026.

"Jadi memang tradisi Argentina sepak bolanya sangat kental sekali, lalu dari segi rotasi pemainnya saat ini ya memang yang terbaik yang ada di liga-liga dunia yang diambil Scaloni. Aku rasa Argentina, minimal bisa jadi salah satu finalis," ujar Mintra Jaya saat dihubungi Bangkapos.com. 

Untuk sosok Lionel Messi, diungkapkan Mintra Jaya tak hanya saat bermain namun kehadiran mantan bintang FC Barcelona bersama tim juga telah memberikan dampak positif yang besar.

"Jadi kalau Messi itu sebagai seorang pemimpinlah, dewalah dianggap di Argentina. Jadi, walaupun dia duduk di bench saja, cukup membawa aura," kata Minta Jaya.

Untuk mempertahankan status juara bertahan, Mintra Jaya pun menyoroti kehadiran tim sepak bola Prancis yang juga memiliki lini serang yang berbahaya.

Hal tersebut kian dibuktikan saat Prancis berhadapan dengan Senegal, dalam laga tersebut tim asuhan Didier Deschamps mampu menang meyakinkan 3-1.

Dalam laga tersebut stiker Real Madrid Kylian Mbappe, mampu mencetak brace pada menit 66 dan 90+6.

"Untuk persaingan dengan Argentina mungkin dari negara Eropa, seperti Prancis atau Spanyol yang bisa jadi rival Argentina. Kalau Brasil ku rasa, tertinggal sedikit dari Argentina," kata Mintra Jaya.

(Tribunnews.com/Drajat Sugiri) (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.