Keluarga Pelaku Pendorongan Minta Maaf, Karina Ranau Tegas Tolak Damai dan Pilih Jalur Hukum
Kharisma Tri Saputra June 17, 2026 01:45 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pihak keluarga pelaku pendorongan terhadap Karina Ranau, istri mendiang aktor Epy Kusnandar, telah mendatangi warung korban untuk menyampaikan permohonan maaf. 

Mereka berharap insiden kekerasan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski pihak keluarga pelaku telah menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf, Karina Ranau dengan tegas menolak opsi damai dan memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan. 

Bagi Karina, langkah ini diambil demi mempertahankan harga diri perempuan sekaligus memberikan efek jera agar aksi kekerasan terhadap perempuan di ruang publik tidak terulang kembali.

Baca juga: Karina Ranau Beberkan Awal Perselisihan dengan Pria Tak Dikenal di Warung Mendiang Epy Kusnandar

KEKERASAN - Pelaku kekerasan terhadap Karina Ranau hingga terpental ke jalan raya depan warungnya, akhirnya diringkus polisi, istri almarhum Epy Kusnandar trauma
KEKERASAN - Pelaku kekerasan terhadap Karina Ranau hingga terpental ke jalan raya depan warungnya, akhirnya diringkus polisi, istri almarhum Epy Kusnandar trauma (Instagram/epy_kusnandar_official)

Pelaku Sudah Ditangkap dan Ditahan

Aksi kekerasan ini bermula saat seorang pria misterius bersikap arogan di warung Jukut milik Karina di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. 

Kamera CCTV di lokasi kejadian merekam detik-detik mencekam saat pria tersebut mendorong Karina Ranau hingga terpental ke jalan raya dan mengalami luka-luka.

"Prosesnya sudah (berjalan). Orangnya sudah di sana (diamankan/ditahan). Sudah diproses," ujar Karina.

Trauma, Karina Ranau Enggan Temui Pelaku

Meskipun pria terduga pelaku kekerasan tersebut sudah berada di tangan pihak berwajib untuk pemeriksaan lebih lanjut, Karina mengaku masih enggan untuk bertatap muka langsung.

Rasa sakit secara fisik serta trauma psikologis mendalam yang dialaminya membuat Karina memilih untuk menutup rapat pintu komunikasi dengan pelaku untuk sementara waktu.

"Kemarin itu dia ada di sana, saya juga ada di sana, tapi saya enggak mau ketemu. Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma," pungkasnya.

Kronologi Kejadian

Karina Ranau menceritakan secara rinci insiden yang membuatnya cedera. 

Gerakan tubuh Karina saat menceritakan ketegangan di warungnya seperti memperagakan posisi tubuhnya saat kejadian. 

Sesekali ia menggerakkan tangan untuk menggambarkan aktivitasnya di warung dan bagaimana situasi berubah dalam hitungan detik.

"Jadi kemarin itu hari Senin. Seperti biasa saya sedang beraktivitas di warung. Dari pagi saya sudah ada," kata Karina Ranau di kawasan Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).

"Pokoknya setiap hari otak saya berpikir untuk warung ini," ujar Karina dengan nada serius.

Menurut Karina, pria tersebut datang menjelang jam operasional warung. Saat itu terpal bagian depan masih tertutup dan para karyawan masih melakukan persiapan.

Baca juga: Tampang Pria yang Dorong Karina Ranau hingga Terpental di Depan Warungnya, Memaksa Dilayani Cepat

Menirukan cara bicara pria tersebut, Karina mengaku sudah merasa tidak nyaman sejak awal.

"Dia datang langsung buka ini," katanya sambil menunjuk ke arah bagian depan warung. 

"Langsung bilang, 'Pesen dong! Ini nila berapa?' gitu," sambung Karina.

Karina mengaku sudah meminta pria itu menunggu karena warung belum buka. Namun menurut pengakuannya, pria itu menunjukkan sikap tak ramah.

"Saya bilang 'Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi.' Tapi dia maunya sekarang juga. Dari awal sudah tidak enaklah," ujarnya.

Situasi semakin memanas ketika persoalan parkir muncul. Karina menjelaskan area parkir warungnya terbatas sehingga ia berusaha menjaga agar kendaraan pelanggan tidak mengganggu usaha lain di sekitar lokasi.

Sambil menunjuk ke sisi warung, Karina menjelaskan motor pria tersebut sejak awal diparkir di lokasi yang menurutnya kurang tepat.

Saat warung mulai dibuka, Karina yang sedang menyapu mencoba meminta pria itu memindahkan kendaraannya.

Karina bercerita dengan fasihnya, sambil memperagakan gerakan menyapu yang dilakukannya saat itu.

"Saya lagi nyapu. Saya bilang, 'Pak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak' gitu," katanya.

Awalnya pria itu menjawab akan memindahkan motornya. Namun ketika Karina kembali meminta agar dilakukan saat itu juga, respons yang diterimanya justru berupa bentakan.

Dalam keadaan emosi, setelah itu, pria tersebut menghampirinya. Karina menggerakkan kedua tangannya untuk memperagakan bagaimana dirinya melepaskan sapu dan pengki yang sedang dipegang karena terkejut.

"Pada saat dia kencang, saya kan megang ini (sapu). Saya digituin (bentak) gimana sih, saya lepas ini, pengki sama sapunya saya lepas," tuturnya.

Karina Ranau Nyaris Dipukul

Momen berikutnya masih membekas kuat dalam ingatannya. Karina mengaku sempat berpikir dirinya akan dipukul oleh pria tersebut. 

Ia bahkan menyebut sudah pasrah menghadapi kemungkinan terburuk ketika melihat pria tersebut menghampiri dirinya dalam keadaan emosi.

"Saya sudah, 'Wah ini saya dipukul nih dalam hati. Bonyok nih muka saya' gitu lah," ujarnya.

Namun yang terjadi bukan pukulan. Sambil menunjuk bagian bahunya, Karina menggambarkan arah dorongan yang diterimanya.

"Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget," katanya.

Karina mengatakan tubuhnya terdorong hingga terjatuh cukup jauh dari posisi awalnya berdiri.

"Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong nih posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana," tuturnya.

Wajahnya berubah serius ketika mengingat dampak yang dirasakan setelah terjatuh. Ia kemudian menunjuk bagian kakinya yang sempat mengalami luka.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.