Mengapa Tim Menendang Bola Keluar Lapangan Saat Kick-off?
Agus Firmansyah June 17, 2026 01:10 PM

Beberapa tim telah menerapkan taktik ini selama Piala Dunia, tetapi apa sebenarnya alasan di baliknya?

Sebuah tren taktis yang membingungkan semakin meluas selama pekan pembuka Piala Dunia 2026.

Saat pertandingan dimulai, alih-alih mengoper bola ke belakang untuk mempertahankan penguasaan, para pemain justru menendang bola keluar lapangan sehingga menghasilkan lemparan ke dalam di area pertahanan lawan yang dalam.

Bahkan Prancis, salah satu favorit juara Piala Dunia dan jelas memiliki kemampuan untuk membangun serangan dari belakang, memulai laga pembuka Grup I mereka melawan Senegal dengan meluncurkan bola keluar lapangan, langsung kehilangan penguasaan bola.

Penonton kasual mungkin sempat mengira mereka sedang menyaksikan pertandingan rugby union, di mana menendang bola keluar lapangan untuk mendapatkan wilayah adalah taktik umum.

Namun, praktik ini kini merambah ke sepak bola level tertinggi dan ternyata tidak seaneh yang terlihat.

Mirip seperti dalam rugby, tujuan menendang bola keluar untuk menghasilkan lemparan di area pertahanan lawan adalah untuk memaksa mereka memulai permainan dari posisi berbahaya, menekan mereka sejak peluit pertama dibunyikan.

Tentu saja, lawan bisa saja memilih untuk mengirim bola jauh ke depan agar tidak terjebak di area sendiri, tetapi hal itu justru membuat tim yang melakukan kick-off berpeluang merebut kembali bola.

Selain itu, jika mereka memilih taktik aman lainnya dengan melempar bola ke arah garis samping, besar kemungkinan mereka akan kesulitan keluar dari tekanan dan bola akan kembali ke pihak yang menendangnya.

Taktik ini sudah tidak asing bagi penonton Amerika Utara, yang pernah melihat juara Liga Champions Paris Saint-Germain secara rutin menendang bola keluar lapangan dari kick-off selama perjalanan mereka menuju final Piala Dunia Antarklub musim panas lalu di Amerika Serikat.

Strategi tersebut kemudian menjadi semakin umum di Liga Primer Inggris pada musim di mana para manajer lebih mengutamakan gaya bermain tanpa risiko dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa tim papan atas Inggris, termasuk sang juara Arsenal, serta Brentford dan Bournemouth, bahkan mengembangkan variasi mereka sendiri. Pemain yang melakukan kick-off akan menyentuh bola ke rekan satu tim yang berdiri beberapa meter di belakang, lalu rekan tersebut akan men-chip bola ke udara sebelum mem-volley-nya tinggi ke depan.

Hal itu menciptakan duel udara antara pemain bertahan dan penyerang yang berlari maju, dengan harapan bisa memanfaatkan kesalahan dalam upaya sapuan bola.

Dengan semakin banyak tim, mulai dari Prancis hingga Qatar, yang mencoba taktik ini di Piala Dunia, tampaknya gaya kick-off seperti ini akan tetap menjadi bagian dari permainan modern.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.