TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Hujan deras mengguyur kawasan Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (17/6/2026) pukul 13.20 Wita.
Di tengah kesejukan siang usai pertandingan Argentina kontra Aljazair pada Piala Dunia 2026, wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, menghubungi Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Andika Eko Putra melalui pesan Facebook di akun Andika Eko Putra Lnd untuk berbincang mengenai tim jagoannya.
Di balik kesibukannya sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Singkil Manado yang bertugas menjaga keamanan dan membangun kedekatan dengan warga, Bripkda Andika ternyata menyimpan kecintaan panjang terhadap Tim Nasional Argentina.
Bahkan, dukungannya terhadap Albiceleste sudah dimulai sejak Piala Dunia 1998, saat Gabriel Batistuta masih menjadi andalan di lini depan.
Sebagai pendukung setia Tim Tango, hasil tersebut tentu membawa kebahagiaan tersendiri baginya.
"Saya suka Argentina sejak Piala Dunia 1998, era Batistuta," kata Andika kepada Tribunmanado.co.id.
Bagi pria yang akrab disapa Pak Bhabin ini, kecintaannya terhadap Argentina bukanlah sesuatu yang baru muncul karena kehadiran Lionel Messi.
Menurutnya, Argentina selalu memiliki sosok-sosok istimewa di setiap generasi Piala Dunia.
Ada Diego Armando Maradona yang melegenda dengan julukan "Si Tangan Tuhan", Gabriel Batistuta yang tajam di lini depan, hingga Lionel Messi yang kini menjadi tumpuan harapan jutaan pendukung Argentina di seluruh dunia.
"Bagi saya, Argentina selalu menciptakan pemain hebat di setiap era Piala Dunia. Dulu ada Maradona, kemudian Batistuta, sampai sekarang Lionel Messi," ujarnya.
Kemenangan Argentina atas Aljazair semakin memperkuat keyakinannya bahwa peluang Albiceleste untuk melangkah jauh, bahkan menjadi juara, masih sangat terbuka.
"Dengan hasil 3-0 ini, peluang Argentina menjadi juara sangat terbuka lebar karena masih ada sosok Lionel Messi," tuturnya.
Namun, bagi Andika, euforia Piala Dunia tidak boleh mengalahkan nilai persaudaraan.
Sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Singkil, ia melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut Piala Dunia 2026 begitu besar.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat meskipun memiliki tim jagoan yang berbeda.
"Kami dari Polsek Singkil mengimbau kepada warga Singkil yang begitu antusias menyambut Piala Dunia 2026, meskipun berbeda-beda dalam menjagokan tim negara masing-masing, agar kiranya tetap menjaga kamtibmas secara bersama-sama," pesannya.
Imbauan tersebut lahir dari pengalamannya bertahun-tahun bertugas di tengah masyarakat.
Polisi kelahiran Manado, 4 Agustus 1987 itu memahami bahwa perbedaan, termasuk dalam mendukung tim sepak bola, seharusnya menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.
Di Kecamatan Singkil, sosok Bripka Andika memang sudah tidak asing lagi.
Ia dikenal sebagai polisi yang ramah, mudah bergaul, dan dekat dengan masyarakat.
Kariernya di kepolisian juga tidak dibangun secara instan.
Andika mulai mengikuti seleksi masuk Polri sejak tahun 2006 dan baru berhasil lolos pada percobaan keempat pada 2008.
Pengabdiannya dimulai di Polres Minahasa Selatan pada 2009 hingga 2013.
Setelah itu, ia bertugas di lingkungan Polresta Manado dengan berbagai penempatan, mulai dari Sabhara, Rayon, SPKT, hingga kini dipercaya menjadi Bhabinkamtibmas di Polsek Singkil.
Bagi Andika, seorang Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta membantu menyelesaikan persoalan warga sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Karena itu, di tengah semarak Piala Dunia 2026, ia mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan persahabatan dibanding permusuhan.
"Lebe bae kase banya tamang daripada banya musuh," ucapnya.
Bagi Andika, sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu.
"Setelah peluit panjang dibunyikan dan pertandingan usai, yang paling penting adalah menjaga persaudaraan dan keharmonisan di lingkungan tempat tinggal masing-masing," pungkas Andika. (Tribunmanado.co.id/Ind)