TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terbongkar rincian nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) rahasia antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dalam laporan Channel 12 Israel pada Selasa (16/6/2026) menyebutkan, dokumen itu memuat sejumlah poin penting.
Mulai dari perluasan gencatan senjata ke Lebanon, pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran, pelonggaran sementara sanksi minyak, hingga peta jalan menuju perjanjian damai yang lebih luas.
Rincian tersebut pertama kali diungkapkan oleh reporter Axios, Barak Ravid, yang juga bekerja untuk saluran televisi Israel tersebut.
Sebelumnya, dokumen itu disebut sebagai kesepakatan 14 poin, tetapi laporan terbaru menyebutkan terdapat 12 poin utama dalam kerangka perjanjian tersebut.
Kesepakatan jadi dasar negosiasi AS-Iran Kerangka perjanjian itu disebut akan menjadi dasar bagi negosiasi yang lebih luas antara Washington dan Teheran.
Dokumen tersebut mencakup sejumlah isu sensitif, seperti program nuklir Iran, pencabutan sanksi, keamanan maritim, akses pelayaran di Selat Hormuz, dan penarikan pasukan Amerika dari kawasan.
Meski demikian, kesepakatan itu belum memberikan janji konkret terkait penghentian program nuklir Iran.
Iran hanya disebut kembali berkomitmen tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir.
Selain itu, AS dan Iran akan membahas rincian lebih lanjut mengenai isu nuklir dalam masa negosiasi selama 60 hari.
Periode negosiasi itu dijadwalkan dimulai setelah upacara penandatanganan dokumen pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.
Gedung Putih belum memverifikasi rincian kesepakatan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan, detail kesepakatan akan dirilis setelah upacara penandatanganan berlangsung.
Baca juga: AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka Kembali
Berikut rincian 12 poin dalam nota kesepahaman AS-Iran sebagaimana dilaporkan Channel 12 Israel:
Sumber: Kompas.com