Anggota DPRD Sumedang Kecewa Pelayanan RS Unpad, Pulang Paksa Setelah 12 Jam Tak Ditangani Dokter
Dedy Herdiana June 17, 2026 02:04 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang, Sonia Sugian, memutuskan pulang dari Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor meski kondisinya belum sepenuhnya pulih. 

Keputusan itu diambil setelah ia mengaku tidak mendapatkan penanganan medis yang optimal selama menjalani perawatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar, politisi Partai Golkar tersebut keluar dari RS Unpad didampingi suaminya pada Selasa (16/6/2026) malam, setelah sekitar 24 jam menjalani perawatan.

Suami Sonia, Asep Sugian, mengatakan istrinya datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Unpad pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Motor di Parkiran RS Unpad  Sumedang

Menurut Asep, setelah menjalani pemeriksaan di IGD, Sonia didiagnosis mengalami gangguan jantung dan disarankan menjalani pemasangan ring jantung.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Sonia dipindahkan ke ruang rawat inap kelas III karena ruang kelas I disebut sedang penuh.

Namun, Asep mengaku kecewa karena selama berada di ruang perawatan, istrinya tidak mendapatkan penanganan dokter.

"Perawat menyebutkan ruang rawat inap kelas 1 penuh. Kalau soal ruang rawat tidak jadi masalah, namun yang bikin kecewa, selama ibu berada di ruang rawat tidak ada dokter yang menangani. Saat ditanyakan ke perawat pada pagi, perawat menyebutkan dokternya datang sore, sorenya kembali ditanyakan dan akhirnya perawat menjawab dokternya sedang libur, panjang" kata Asep kepada Tribun Jabar.id, Rabu (17/6/2026).

Asep menilai pelayanan yang diterima istrinya tidak maksimal. Pasalnya, setelah menunggu hampir 12 jam sejak masuk ruang perawatan, tidak ada tindakan medis lanjutan yang diberikan.

"Sejatinya kejadian tersebut semestinya tidak terjadi. Rumah sakit sebagai salah satu pusat layanan harus tetap melayani dengan maksimal. Kalau memang tidak ada dokternya, seharusnya dirujuk ke rumah sakit lain," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pengaturan jadwal tenaga medis di rumah sakit tersebut.

"Libur adalah hak pegawai, tapi harusnya diatur jadwalnya. Jangan sampai semua dokter serentak libur. Seharusnya kalau ada dokter yang libur, harus ada dokter pengganti," katanya.

Asep menduga persoalan tersebut berkaitan dengan manajemen pelayanan rumah sakit yang dinilai belum berjalan optimal. Ia berharap instansi terkait melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan kesehatan di RS Unpad.

"Jatinangor itu wilayah padat penduduk. Jangan sampai rumah sakit kosong dokter. Bayangkan jika ada pasien kritis," ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.