Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Puro Mangkunegaran menggelar upacara adat Kirab Pusaka Dalem dalam memperingati Malam 1 Suro Be 1960 di Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026) malam.
Tradisi tahunan tersebut tidak hanya diikuti oleh keluarga besar Puro Mangkunegaran dan abdi dalem, tetapi juga menarik perhatian sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintahan, hingga figur publik yang turut mengikuti prosesi laku bisu.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, ribuan peserta mulai berdatangan ke kawasan Puro Mangkunegaran sejak pukul 18.00 WIB.
Baca juga: Asal-usul Sedekah Gunung Merapi di Boyolali, Kepala Kerbau Dilarung ke Puncak saat Malam 1 Suro
Mereka mengenakan pakaian adat Jawa, dengan laki-laki memakai beskap dan perempuan mengenakan kebaya.
Salah satu tokoh yang hadir dalam Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro adalah Didit Hediprasetyo, putra Presiden RI Prabowo Subianto.
Didit mengikuti prosesi bersama sang ibu, Titiek Soeharto. Keduanya berada dalam rombongan belakang cucuk lampah yang dipimpin oleh Aria Bima.
Dalam kirab tersebut, kakak Pengageng Puro Mangkunegaran, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna, kembali dipercaya oleh KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre sebagai cucuk lampah.
Baca juga: Asal-usul Sedekah Gunung Merapi di Boyolali, Kepala Kerbau Dilarung ke Puncak saat Malam 1 Suro
Selain Didit Hediprasetyo dan Titiek Soeharto, sejumlah tokoh lain juga terlihat mengikuti prosesi kirab.
Mereka di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo, Wali Kota Solo Respati Ardi, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha beserta istri, politikus PDI Perjuangan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, serta Chef Arnold Poernomo.
Para peserta mengikuti rangkaian kirab dengan suasana khidmat. Mereka berjalan tanpa alas kaki dan tidak diperbolehkan berbicara sebagai bagian dari tradisi laku bisu.
Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro tahun ini diikuti sekitar 2.500 peserta dari lingkungan Puro Mangkunegaran maupun masyarakat umum.
Koordinator Acara dan Operasional Kirab 1 Suro Puro Mangkunegaran, Kanjeng Harry, mengatakan peserta kirab telah diarahkan untuk berkumpul di kawasan Pamedan sebelum prosesi dimulai.
"Kirab pusaka sesuai dengan rundown. Para tamu dimohon hadir di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Prosesi kirab akan dimulai pukul 20.00 WIB," kata Kanjeng Harry.
Dalam prosesi tersebut, Puro Mangkunegaran mengeluarkan enam pusaka dalem yang terdiri dari enam tombak dan sebuah joli yang ditempatkan di dalam peti khusus.
Rute kirab dimulai dari Puro Mangkunegaran menuju Ngarsopuro (Jalan Diponegoro), kemudian melintasi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, sebelum kembali ke Puro Mangkunegaran.
Setelah kirab selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian udik-udik yang dipimpin langsung oleh KGPAA Mangkunegara X di kawasan Pamedan.
Selanjutnya, prosesi Malam 1 Suro ditutup dengan kegiatan semadi atau tirakatan yang berlangsung di Pendapa Ageng dan Ndalem Ageng Puro Mangkunegaran.
(*)