WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR — Dinamika sengketa lahan yang memanas antara masyarakat penggarap dengan PT PMC di wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor, memicu reaksi tegas dari akar rumput.
Merasa gerah namanya terus dicatut dan dijadikan tameng kepentingan oleh sekelompok oknum, puluhan warga Sukajaya akhirnya menggelar deklarasi bersama untuk melawan segala bentuk provokasi dan adu domba.
Bertempat di Kantor Kepala Desa Sukajaya, deklarasi yang sarat emosi dan komitmen itu dipimpin langsung oleh perwakilan warga.
Baca juga: Tiga Dekade Bara Sengketa Lahan Sukajaya Bogor: Diwarnai Penganiayaan, Kades Siap Turun Tangan
Aksi heroik warga dalam menjaga kampung halaman mereka dari perpecahan ini disaksikan langsung oleh Kepala Desa Topik Hamid, aparat Babinsa, serta Yudi Irawan selaku inisiator gerakan.
Perlawanan Warga Terhadap Taktik Adu Domba dan Propaganda Sepihak
Hal yang menyentuh dari gerakan ini adalah kesadaran murni masyarakat yang menolak kedamaian desa mereka dirusak demi ambisi segelintir orang.
Pihak keluarga dan sesepuh desa tak ingin kohesi sosial yang telah dirawat puluhan tahun hancur seketika akibat isu-isu liar yang sengaja diembuskan untuk memicu konflik horizontal.
Warga dengan lantang menegaskan bahwa mereka menolak keras dimobilisasi sebagai alat propaganda, instrumen penekanan, maupun komoditas politik untuk memenuhi syahwat kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang merugikan masyarakat luas.
"Kami seluruh warga desa Sukajaya menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga serta menolak segala bentuk tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat," bunyi poin utama pernyataan sikap yang dibacakan dengan lantang oleh perwakilan warga di Bogor.
Inisiator Deklarasi, Yudi Irawan, menambahkan bahwa stabilitas dan keamanan lingkungan adalah harga mati yang menjadi tanggung jawab bersama.
Warga sepakat untuk menarik diri dari segala bentuk gesekan fisik atau opini yang destruktif, dan memilih jalan bermartabat dalam koridor hukum.
Kepala Desa Buka Pintu Dialog: Jangan Mau Dijadikan Tameng
Ketajaman sikap warga ini didukung penuh oleh pemerintah desa setempat. Kepala Desa Sukajaya, Topik Hamid, yang mengapresiasi langkah taktis warganya yang tidak mudah termakan isu miring.
Ia mengingatkan bahwa dalam pusaran sengketa lahan, penyebaran informasi palsu (hoax) sangat rawan digunakan untuk membakar emosi massa.
Baca juga: Tak Ada Kejelasan, Legislator DKI Pertanyakan Progres Pembebasan Lahan Warga di KBT Jaktim
Topik meminta warganya untuk menyaring setiap informasi yang masuk dan tidak asal bergerak hanya karena ajakan yang mengatasnamakan solidaritas semu warga Sukajaya.
"Jangan terpancing dengan ajakan-ajakan melakukan sesuatu yang mengatasnamakan warga. Saya sebagai kepala desa selalu membuka pintu komunikasi untuk menyelesaikan masalah," tegas Topik Hamid mengunci komitmennya.
Melalui deklarasi ini, masyarakat Sukajaya mengirimkan pesan benderang ke luar: bahwa di tengah panasnya konflik agraria, akal sehat, musyawarah mufakat, dan persaudaraan antarpenduduk harus tetap berdiri tegak di atas segalanya.