WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memulai proyek pelebaran Jalan Pemuda dan Jalan Enggram Raya di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Proses peletakan batu pertama dilakukan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.
Jalan Pemuda dan Jalan Enggram Raya merupakan jalur alternatif menuju Jalan Raya Sawangan.
Jalur alternatif ini dilalui warga untuk memotong jalur di Jalan Raya Muchtar menuju Jalan Raya Sawangan.
Baca juga: Ditangkap Warga, Pria Diduga Mencuri Ponsel Milik Anak-anak yang sedang Main Game di Sawangan Depok
Saat ini lebar Jalan Pemuda dan Jalan Raya Enggram Raya hanya berkisar 2,5 meter saja dan diapit pemukiman warga.
Nantinya, kedua jalur alternatif ini akan diperlebar menjadi 10 hingga 11 meter dengan panjang 872 meter.
Supian Suri menjelaskan, proyek ini untuk menjawab harapan masyarakat dalam mengatasi kemacetan akut di wilayah Sawangan.
Setelah diperlebar, lalu lintas di Jalan Pemuda dan Jalan Enggram Raya akan diberlakukan satu arah.
Baca juga: Petugas Imigrasi Tangkap WNA asal AS yang Sembunyi di Bunker Rumah di Sawangan Depok, Ini Sebabnya
"Kendaraan dari arah Bedahan tidak boleh langsung memotong jalur, melainkan wajib berputar ke bawah melewati Jalan Engram," kata Supian.
"Proyek pelebaran ini diestimasikan dapat mengurai kemacetan di Sawangan hingga 75 persen–80 % ," ucapnya.
Pemkot Depok menggelontorkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 40 miliar dan anggaran konstruksi fisik proyek sebesar Rp 30 miliar.
Nantinya, pembebasan lahan akan berlanjut hingga pertigaan Parung Bingung dengan total anggaran Rp 110 miliar.
Baca juga: Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Depok Dikepung Banjir, Sawangan Salah Satu yang Terparah
Dana tersebut bersumber dari anggaran murni sebesar Rp 60 miliar dan diusulkan penambahan Rp 50 miliar pada Perubahan Anggaran 2026.
Menurut Supian, pemerintah mengejar pelebaran minimal di sisi kanan pertigaan Parung Bingung tahun ini.
Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkot Depok membutuhkan anggaran hampir Rp 330 miliar untuk mengentaskan permasalahan kemacetan di Sawangan
"Hampir Rp 330 miliar di luar yang Rp 110 miliar di pertigaan Parung Bingung," kata Supian Suri.
"Anggaran ini dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan macet di Sawangan, khususnya di titik kemacetan yang paling krusial," lanjutnya. (m38)