SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Keceriaan itu masih membekas jelas dalam ingatan Hana. Baru tiga hari lalu, ia melihat AB, bocah perempuan berusia enam tahun, tertawa lepas saat berwisata ke Bayt Al-Quran Al-Akbar di Gandus, Palembang.
Namun siapa yang mengira, perjalanan bersama teman-teman sekolahnya itu menjadi kenangan manis terakhir sebelum maut menjemput.
AB meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan maut di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Kayu Agung, tepatnya di wilayah Desa Talang Balai Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir.
Bocah malang tersebut tewas bersama kedua orang tuanya, Jimi Pratama (30) dan Merry Anggaria (28), setelah sepeda motor yang mereka tumpangi dihantam truk diesel dari arah belakang.
Di balik tragedi memilukan yang merenggut nyawa satu keluarga ini, sebuah cerita pilu terungkap dari unggahan media sosial tetangga korban.
Tiga hari sebelum kejadian nahas itu, Merry Anggaria sempat mengajak putrinya, AB, untuk ikut serta dalam kegiatan karyawisata sekolah ke Palembang.
Dalam foto-foto yang beredar, suasana hangat begitu terasa saat mereka berfoto bersama di destinasi wisata religi Al-Quran raksasa tersebut.
Namun, ada satu hal ganjil yang baru disadari setelah kepergian mereka. Saat teman-teman sebayanya kompak mengenakan seragam olahraga sekolah, AB justru tampil berbeda sendiri. Ia bersikeras tidak ingin memakai seragam tersebut.
Cerita itu dibagikan oleh akun Hana Faisal di media sosial. Hana mengenang bagaimana AB merengek kepada ibunya karena enggan memakai baju olahraga seperti anak-anak lain.
Bocah itu hanya ingin memakai baju baru yang dibelikan untuknya.
"Bunda Eca (Merry) ngomong, Eca (AB) dk galak pakai baju olahraga nk makai baju baru. Ternyata itu ucapan terakhir," tulis Hana dalam unggahannya dengan nada pilu.
Keinginan sederhana seorang anak kecil yang ingin memamerkan baju barunya di depan teman-teman kini terasa seperti sebuah firasat.
Dalam foto bersama yang kini viral di jagat maya, AB tampak tersenyum manis dengan pakaian barunya yang mencolok di antara kerumunan seragam olahraga.
Senyum dalam balutan baju baru itu kini menjadi kenangan terakhir yang ditinggalkan AB.
Kini, bocah perempuan itu telah beristirahat selamanya dalam satu liang lahat yang sama bersama ayah dan ibunya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan guru-guru sekolah yang melepasnya pergi terlalu cepat.
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, Iptu Dede Supria Yovi, menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula ketika sepeda motor korban mendahului sebuah truk Colt Diesel bernomor polisi BG 8720 UV dari sisi kiri.
"Kendaraan korban mendahului truk dari sebelah kiri," ujar Dede kepada wartawan.
Setelah berhasil menyalip, sepeda motor korban memperlambat laju karena terdapat kendaraan lain di depannya.
Pada saat bersamaan, truk yang berada di belakang diduga tidak dapat mengendalikan kecepatan kendaraannya.
"Truk yang melaju di belakang sepeda motor tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, kemudian banting setir ke kiri hingga menabrak sepeda motor korban," jelasnya.
Benturan keras membuat ketiga korban terjatuh dan mengalami luka berat. Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas segera mengevakuasi para korban ke puskesmas terdekat.
Namun nahas, nyawa ketiga korban tidak dapat diselamatkan.
"Para korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi meninggal dunia," ungkap Dede.
Jenazah ketiga korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Sekonjing, Kecamatan Tanjung Raja, untuk dimakamkan.
Sementara itu, sopir truk beserta kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mapolres Ogan Ilir guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk pengemudi truk dan barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dibawa ke Mapolres Ogan Ilir untuk proses lebih lanjut," tegas Dede.