BANGKAPOS.COM – Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai mengurangi sebagian kekuatan militernya yang ditempatkan di Israel setelah tercapainya kesepakatan dengan Iran.
Media Israel melaporkan sekira 20 persen armada pesawat pengisian bahan bakar udara milik militer AS akan ditarik dari Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Penarikan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian postur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya harapan terhadap proses deeskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran.
Meski demikian, sebagian besar aset pengisian bahan bakar serta fasilitas pendukung militer AS masih tetap berada di Israel.
Keputusan tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan perubahan strategi Washington setelah jalur diplomasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif.
Baca juga: Video: Bocor! Isi Dokumen Kesepakatan Damai Iran-AS, Dana Fantastis hingga Nuklir, Ini Poinnya
Pengurangan kekuatan militer itu juga dinilai sebagai sinyal bahwa risiko konfrontasi langsung mulai menurun.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa upaya perdamaian tidak hanya berkaitan dengan hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa stabilitas kawasan juga bergantung pada penyelesaian konflik di Lebanon.
Menurutnya, penghentian konflik secara menyeluruh hanya dapat terwujud jika Israel menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.
Iran juga menilai setiap operasi militer baru Israel di Lebanon setelah kesepahaman Iran-AS berlaku akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.